Lensa Maluku, – Memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Juni, Zulfandi Solissa, S.H. mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk tidak hanya mengenang Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga menjadikannya sebagai pedoman hidup dalam menjaga persaudaraan, kebersamaan, dan perdamaian di tengah keberagaman.
Menurut Zulfandi Solissa, Pancasila bukan sekadar rangkaian kata yang tertulis dalam konstitusi, melainkan sebuah falsafah hidup yang lahir dari kearifan, pengalaman sejarah, dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Dalam pandangan filsafat, Pancasila merupakan jembatan yang menghubungkan kepentingan individu dengan kepentingan bersama, sehingga tercipta kehidupan yang adil dan harmonis.
“Pancasila mengajarkan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri. Filsuf Yunani kuno, Aristoteles, menyebut manusia sebagai zoon politikon, makhluk yang hidup dalam kebersamaan. Nilai ini sangat dekat dengan budaya Maluku yang mengenal semangat hidup orang basudara, pela gandong, dan gotong royong sebagai fondasi kehidupan sosial,” ujar Zulfandi.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Maluku memiliki pengalaman sejarah yang mengajarkan pentingnya persatuan. Oleh karena itu, Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum refleksi untuk terus merawat toleransi, menghormati perbedaan, dan menolak segala bentuk perpecahan yang dapat merusak persaudaraan.
Dalam perspektif filsafat kebangsaan, lanjutnya, Pancasila mengandung nilai kemanusiaan yang universal. Sila Ketuhanan mengajarkan penghormatan terhadap keyakinan sesama, sila Kemanusiaan mengajarkan penghargaan terhadap martabat manusia, sementara sila Persatuan mengingatkan bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang harus dirawat bersama.
“Maluku adalah miniatur Indonesia. Kita memiliki beragam suku, agama, bahasa, dan adat istiadat. Namun, seperti yang diajarkan Pancasila, perbedaan bukan ancaman, melainkan anugerah yang memperkaya kehidupan kita sebagai bangsa,” katanya.
Zulfandi juga mengajak generasi muda Maluku untuk memahami Pancasila secara lebih mendalam, bukan hanya menghafal sila-silanya. Menurutnya, tantangan zaman modern, perkembangan teknologi, serta derasnya arus informasi menuntut generasi muda untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah persatuan.
“Pancasila harus hidup dalam tindakan nyata. Ketika kita menghormati sesama, membantu tetangga yang membutuhkan, menjaga kerukunan antarumat beragama, dan mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi, pada saat itulah kita sedang mengamalkan Pancasila,” tegasnya.
Mengakhiri pesannya, Zulfandi Solissa, S.H. mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai pengingat bahwa masa depan bangsa hanya dapat dibangun melalui persatuan, keadilan, dan semangat persaudaraan.
“Marilah kita menjaga Maluku sebagai tanah damai, tanah orang basudara. Sebab Pancasila bukan hanya warisan para pendiri bangsa, melainkan amanah yang harus kita rawat dan wariskan kepada generasi yang akan datang. Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Pancasila untuk Indonesia, dan semangat orang basudara untuk Maluku yang semakin maju, damai, dan bermartabat.” tutupnya.(LM-05)









Discussion about this post