Berita Terkini Maluku
Sunday, September 13, 2026
  • Login
  • Berita
    • Maluku
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Wisata
No Result
View All Result
  • Berita
    • Maluku
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Wisata
No Result
View All Result
Berita Terkini Maluku
No Result
View All Result
Home Uncategorized

18 Tahun BurseL, PERISAI Gelar Dialog Publik: Refleksi Komitmen Pemekaran dan Kesejahteraan Rakyat

Admin by Admin
September 13, 2026
in Uncategorized
18 Tahun BurseL, PERISAI Gelar Dialog Publik: Refleksi Komitmen Pemekaran dan Kesejahteraan Rakyat

Lensa Maluku,— Pimpinan Cabang Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (PERISAI) Kabupaten Buru Selatan menggelar dialog publik dalam rangka memperingati 18 tahun perjalanan Kabupaten Buru Selatan sebagai daerah otonom.

Dialog yang mengangkat tema “Refleksi Komitmen Pemekaran dan Kesejahteraan Rakyat” tersebut berlangsung di Caffe Ulat Haha, Namrole, Minggu (13/9/2026).

RELATED POSTS

PLN Energi Gas Bidik 11 Kabupaten/Kota Maluku Saiful Chaniago: Potensi Gas Harus Kembali Jadi Kekuatan Ekonomi Rakyat

Aksi Cepat Sang Jenderal Petarung, Redam Bentrokan Lisabata–Patahuwe di SBB

Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten II Sekretariat Daerah Buru Selatan Hadi Longa yang mewakili Bupati, Nara sumber diantaranya, Wakil Ketua I DPRD Buru Selatan Ahmadan Loilatu selaku Pembina PERISAI, anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan Hj. Said Sabi, tokoh pemekaran Ismail Loilatu, tokoh pemuda Man Solissa, Ketua PC PERISAI Buru Selatan Abdullah Fajrin Solissa, serta anggota PERISAI dan sejumlah organisasi kepemudaan (OKP).

Dalam sambutan Bupati disampaikan oleh Asisten II Hadi Longa mengatakan usia 18 tahun Kabupaten Buru Selatan bukan sekadar angka, tetapi menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan pemekaran daerah.

Menurutnya, pemekaran Kabupaten Buru Selatan sejak awal didorong oleh cita-cita untuk mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“18 tahun bukan waktu yang singkat.

Momentum ini harus kita jadikan sebagai ajang refleksi, sudah sejauh mana kita merawat komitmen awal pemekaran dan seberapa besar dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya dapat diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi dan penguatan kehidupan sosial masyarakat.

Hadi Longa juga menilai peran organisasi kemasyarakatan, keagamaan dan kepemudaan sangat penting dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan serta membangun ketahanan sosial dan ideologi masyarakat di tengah perkembangan zaman.

“Pemerintah daerah menyadari bahwa untuk mewujudkan Buru Selatan yang maju, mandiri dan sejahtera, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergitas, kolaborasi dan kemitraan yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Ia berharap dialog publik yang digagas PERISAI dapat menghasilkan gagasan konstruktif, rekomendasi pemikiran dan langkah konkret yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun serta menjalankan program pembangunan.

Sementara itu, Ketua PC PERISAI Buru Selatan Abdullah Fajrin Solissa menegaskan kegiatan tersebut tidak dimaksudkan sekadar menjadi agenda seremonial memperingati usia Kabupaten Buru Selatan.

Menurutnya, dialog tersebut sengaja dikemas sebagai ruang terbuka untuk menghidupkan kembali dinamika pergerakan pemuda sekaligus mempertemukan berbagai kritik dan gagasan pembangunan dalam forum yang konstruktif.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kami ingin menjadikan forum ini sebagai ruang untuk menghidupkan kembali dinamika pergerakan pemuda di Buru Selatan,” ujarnya.

Ia mengatakan, semangat utama pemekaran seharusnya diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur yang merata serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, PERISAI mendorong seluruh hasil diskusi dalam dialog publik tersebut dirumuskan menjadi rekomendasi yang dapat dikawal bersama, baik kepada pemerintah daerah maupun DPRD.

“Berbagai persoalan yang selama ini menjadi kritik di luar sana harus dibawa ke forum resmi.

📌 Baca Juga:
PLN Energi Gas Siapkan Pengembangan Infrastruktur Gas di Maluku, Serap hingga 1.100 Tenaga Kerja
Ini ruangnya. Hasil diskusi hari ini nantinya kita dorong dalam bentuk rekomendasi dan kita kawal bersama,” tegasnya.

Dalam dialog tersebut, tokoh pemekaran Buru Selatan Ismail Loilatu mengajak peserta mengingat kembali sejarah perjuangan pembentukan Kabupaten Buru Selatan.

Ia menjelaskan, gagasan awal pemekaran mulai muncul pada 2003, kemudian perjuangan pemekaran mulai dilakukan pada 2004 hingga akhirnya Kabupaten Buru Selatan terbentuk sebagai daerah otonom pada 2008.

Menurutnya, salah satu tujuan utama pemekaran adalah mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat Buru Selatan sehingga masyarakat tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke Kabupaten Buru untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi pemerintahan.

Momentum 18 tahun pemekaran, kata dia, perlu digunakan untuk melihat kembali apakah cita-cita tersebut telah diwujudkan secara optimal.

Wakil Ketua I DPRD Buru Selatan Ahmadan Loilatu yang juga Pembina PERISAI menyoroti pentingnya fungsi DPRD dalam memastikan kebijakan dan penganggaran daerah benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Ia mengaitkan pembentukan Buru Selatan sebagai daerah otonom dengan amanat UU Nomor 32 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Buru Selatan di Provinsi Maluku.

Menurutnya, pemekaran harus bermuara pada peningkatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kebijakan legislasi dan penganggaran daerah harus dilakukan secara adil serta mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Buru Selatan.

Pembahasan juga menyinggung pentingnya regulasi daerah, termasuk Peraturan Daerah yang berkaitan dengan pembangunan dan penganggaran, agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Hj.

Said Sabi menyoroti belum optimalnya pengembangan sektor pertanian dan perikanan sebagai sektor unggulan Buru Selatan.

Ia menilai pemerintah daerah perlu menyiapkan lahan pertanian yang dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat.

Salah satu instrumen yang dinilai penting adalah penguatan kebijakan melalui Peraturan Daerah tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), sehingga pemerintah daerah memiliki dasar untuk mendorong dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor pangan.

Dalam pemaparannya, sejumlah potensi komoditas unggulan di beberapa wilayah juga disoroti. Kecamatan Fena Fafan memiliki potensi pengembangan pertanian yang besar

Selain itu, ubi kayu disebut sebagai salah satu komoditas potensial dengan luasan sekitar 12 ribu hektare. Dalam materi dialog juga disebut adanya rencana penyediaan lahan sekitar 25 hektare per desa yang lahannya telah tersedia untuk mendukung pengembangan sektor tersebut.

Berbagai potensi tersebut dinilai perlu dikelola secara serius melalui kebijakan yang terarah agar sektor pertanian dan kelautan tidak hanya menjadi potensi, tetapi mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Sementara tokoh pemuda yang juga praktisi hukum Man Solissa dalam materi dialog turut menyoroti pentingnya peran pemuda dan pelibatan masyarakat adat dalam mengawal proses pembangunan daerah.

Menurutnya, pembangunan Buru Selatan harus tetap memperhatikan karakter sosial, budaya dan nilai-nilai masyarakat setempat.

Pelibatan masyarakat secara aktif diperlukan agar pembangunan tidak berjalan hanya dari atas, tetapi juga lahir dari kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

Dialog publik tersebut kemudian diarahkan untuk membahas capaian pembangunan selama 18 tahun, termasuk indikator makro seperti angka kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan pertumbuhan ekonomi.

Forum tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai ruang diskusi, tetapi menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan bagi pemerintah daerah, DPRD dan seluruh pemangku kepentingan dalam menentukan arah pembangunan Buru Selatan ke depan.

Memasuki usia 18 tahun, perjalanan Kabupaten Buru Selatan dinilai membutuhkan evaluasi menyeluruh agar semangat awal pemekaran tetap menjadi pijakan dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih dekat, pembangunan yang merata dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.(LM-03)

Admin

Admin

Related Posts

PLN Energi Gas Bidik 11 Kabupaten/Kota Maluku Saiful Chaniago: Potensi Gas Harus Kembali Jadi Kekuatan Ekonomi Rakyat

PLN Energi Gas Bidik 11 Kabupaten/Kota Maluku Saiful Chaniago: Potensi Gas Harus Kembali Jadi Kekuatan Ekonomi Rakyat

by Admin
September 12, 2026
0

Lensa Maluku – Potensi gas Maluku tidak boleh selamanya hanya menjadi kekayaan alam yang tercatat dalam peta energi nasional. Kekayaan...

Aksi Cepat Sang Jenderal Petarung, Redam Bentrokan Lisabata–Patahuwe di SBB

Aksi Cepat Sang Jenderal Petarung, Redam Bentrokan Lisabata–Patahuwe di SBB

by Admin
September 12, 2026
0

Lensa Maluku - Respons kilat dan tegas ditunjukkan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han. Tak ingin eskalasi konflik...

Pesona Buru Selatan Jadi Latar Episode Arjuna Mencari Cinta, Dorong Promosi Wisata Maluku ke Tingkat Nasional

Pesona Buru Selatan Jadi Latar Episode Arjuna Mencari Cinta, Dorong Promosi Wisata Maluku ke Tingkat Nasional

by Admin
September 12, 2026
0

Lensa Maluku,— Pesona alam Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Maluku, kembali mendapat perhatian melalui industri perfilman dan televisi nasional. Sejumlah destinasi...

KONI Buru Selatan Matangkan Persiapan Kontingen Menuju POPMAL

KONI Buru Selatan Matangkan Persiapan Kontingen Menuju POPMAL

by Admin
September 11, 2026
0

Lensa Maluku,— Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buru Selatan terus mematangkan persiapan kontingen daerah yang akan berlaga pada Pekan...

Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Siapkan Hampir 1.000 Paket Sembako untuk Masyarakat

Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Siapkan Hampir 1.000 Paket Sembako untuk Masyarakat

by Admin
September 11, 2026
0

Lensa Maluku - PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku terus berbagi manfaat kepada masyarakat dengan menyediakan hampir 1.000 paket...

Discussion about this post

RECOMMENDED

18 Tahun BurseL, PERISAI Gelar Dialog Publik: Refleksi Komitmen Pemekaran dan Kesejahteraan Rakyat

18 Tahun BurseL, PERISAI Gelar Dialog Publik: Refleksi Komitmen Pemekaran dan Kesejahteraan Rakyat

September 13, 2026
PLN Energi Gas Bidik 11 Kabupaten/Kota Maluku Saiful Chaniago: Potensi Gas Harus Kembali Jadi Kekuatan Ekonomi Rakyat

PLN Energi Gas Bidik 11 Kabupaten/Kota Maluku Saiful Chaniago: Potensi Gas Harus Kembali Jadi Kekuatan Ekonomi Rakyat

September 12, 2026

Berita Populer

  • BNRN Laksanakan Deklarasi Pembentukan Pengurus Program Makan Bergizi Di Namlea

    BNRN Laksanakan Deklarasi Pembentukan Pengurus Program Makan Bergizi Di Namlea

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPD Golkar Bursel Mengecam Keras Tindakan Pemukulan oleh ZT Kepada Korbid Kepartain Golkar Bursel, Polres di Minta Percepat Proses Hukum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Quick Count Pilkada Bursel Safitri – Hempri Unggul 36 Persen mengalahkan Dua Pesaingnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Temuan Belatung di MBG, Ketua BRNR Bursel Sudirman Buton Tegaskan Prosedur Keamanan dan Kebersihan MBG Jadi Prioritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oknum Tim Kampanye MANDAT Ketangkap Main Judi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Contact

© 2022 Lensamaluku.com

No Result
View All Result
  • Berita
    • Maluku
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Wisata

© 2022 Lensamaluku.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In