Lensa Maluku, – Sebanyak 345 lulusan unggulan Universitas Pattimura (Unpatti) dijaring dalam Program Talenta Unggul Nasional (TUNAS) 2026 yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.
Tes ini menjadi bagian dari proses pemetaan talenta tersebut berlangsung secara offline di Gedung TIK Unpatti, Ambon, Selasa (29/9).
Kegiatan ini resmi dibuka Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Humas dan Alumni Unpatti, Dr. Nur Aida Kubangun, M.Pd.
Koordinator TUNAS Unpatti, Prof. Dr. Natelda R. Timisela, S.P., M.P., mengatakan Unpatti dipercaya menjadi salah satu klaster pelaksanaan tes untuk wilayah Indonesia Timur. Menurutnya, Program TUNAS 2026 diarahkan untuk menjaring 51.128 lulusan sarjana terbaik dari 50 program studi prioritas yang selanjutnya akan masuk dalam database talenta nasional.
“Pelaksanaan tes ini merupakan tahapan dari Program TUNAS 2026. Tes dilakukan secara offline pada 28 sampai 30 September di berbagai klaster wilayah di Indonesia,” kata Timisela.
Ia menjelaskan, peserta tidak mendaftar secara umum. Mereka dipilih melalui proses kurasi berdasarkan data pendidikan dan kemudian menerima undangan resmi melalui email maupun WhatsApp.
Di Unpatti sendiri, data awal yang ditarik dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) mencapai 892 lulusan dengan IPK di atas 3,50. Setelah melalui proses kurasi, sebanyak 345 lulusan mendapat undangan untuk mengikuti tes TUNAS.
Dari jumlah tersebut, 316 peserta mengikuti tes langsung di Kampus Unpatti, sementara peserta lainnya memilih klaster tes yang lebih dekat dengan domisili mereka.
Wakil Rektor III Unpatti, Dr. Nur Aida Kubangun,M.Pd, mengatakan keikutsertaan ratusan lulusan unggulan tersebut menjadi peluang bagi alumni Unpatti untuk masuk dalam pemetaan talenta yang dibutuhkan negara.
“Awalnya data yang ditarik dari PDDikti sebanyak 892 mahasiswa atau alumni kita yang lulusan terbaik, dengan IPK di atas 3,50. Dari jumlah tersebut, sebanyak 345 peserta dijadwalkan mengikuti tes,” jelas Nur Aida. Ia berharap proses tersebut membuka ruang lebih besar bagi lulusan unggulan Unpatti untuk terserap dan diberdayakan melalui berbagai kebutuhan sumber daya manusia nasional, termasuk peluang penempatan di BUMN.
“Kami berharap alumni-alumni kita bisa terserap, karena mereka adalah lulusan-lulusan unggulan yang ada di Universitas Pattimura,” katanya.
Sementara itu, Timisela menegaskan, TUNAS bukan seleksi CPNS maupun jalur pengangkatan ASN. Program ini merupakan bagian dari pemetaan talenta nasional untuk mempertemukan potensi lulusan dengan kebutuhan sumber daya manusia pada sektor-sektor strategis.
Ada sejumlah bidang strategis yang menjadi fokus program, antara lain pangan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor, material canggih dan manufaktur, pertahanan, serta kemaritiman.
Tes di Unpatti mencakup Tes AQ serta Spirit and Grit, yang dilaksanakan dalam dua sesi, yakni mulai pukul 08.00 WIT dan pukul 14.00 WIT.
Pelaksanaan tes ditempatkan di lima ruangan Gedung TIK Unpatti. Seluruh rangkaian seleksi juga tidak dipungut biaya.
“Seluruh rangkaian seleksi ini gratis. Jadi tidak ada biaya yang dibebankan kepada peserta,” tegas Timisela.
Ia berharap para peserta mengikuti tes dengan serius karena hasilnya akan menjadi bagian dari database talenta nasional dan dapat digunakan sebagai rujukan dalam pemenuhan kebutuhan SDM di berbagai sektor strategis.
“Harapan kami, seluruh peserta bisa fokus dan menjawab soal dengan baik sehingga memperoleh nilai yang tinggi. Hasilnya akan menjadi database di kementerian dan dapat menjadi rujukan dalam pemenuhan kebutuhan SDM pada delapan bidang strategis nasional,” tandasnya.
Warek Nur Aida juga berharap pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi memberikan ruang yang lebih luas bagi lulusan unggulan perguruan tinggi di daerah, termasuk Unpatti.
“Harapan besar kami, semoga dari peserta yang mengikuti tes hari ini semuanya bisa direkrut dan diberdayakan oleh negara,” ujarnya.
Rangkaian Program TUNAS 2026 dijadwalkan berlanjut hingga awal Oktober. Setelah pelaksanaan tes pada 28–30 September, proses akhir dan pemutakhiran database talenta nasional dijadwalkan berlangsung pada 1–3 Oktober 2026. (LM-05)











Discussion about this post