Lensa Maluku – Ketua DPD Partai Golkar Maluku, Umar Lessy, mengajak masyarakat Maluku, khususnya para pecinta sepak bola, untuk menyambut dan menikmati perhelatan Piala Dunia 2026 dengan semangat persaudaraan, sportivitas, serta menjaga keharmonisan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Menurut Umar, ajang sepak bola terbesar di dunia yang akan dimulai pada 12 Juni 2026 itu tidak hanya menjadi hiburan bagi para penggemar olahraga, tetapi juga dapat menjadi momentum memperkuat nilai-nilai kebersamaan yang selama ini hidup dalam masyarakat Maluku.
Ia mengatakan, perbedaan pilihan tim yang didukung merupakan hal yang lumrah dalam dunia olahraga.
Namun, perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi perdebatan yang berujung pada konflik maupun merusak hubungan sosial yang telah terbangun.
“Piala Dunia adalah pesta olahraga dunia yang menyatukan banyak bangsa dan budaya. Karena itu, masyarakat harus menyambutnya dengan gembira, tetapi tetap mengedepankan rasa saling menghormati dan menjaga persaudaraan,” ujar Umar kepada media Lensa Maluku. Rabu (10/6/2026).
Umar menilai masyarakat Maluku memiliki modal sosial yang kuat berupa budaya hidup orang basudara. Nilai tersebut, kata dia, harus tetap dijaga selama berlangsungnya kompetisi yang diperkirakan akan menyedot perhatian masyarakat di berbagai daerah.
Ia juga mengingatkan para penggemar sepak bola untuk menjunjung tinggi sportivitas, termasuk ketika tim yang didukung mengalami kekalahan.
Menurutnya, menang dan kalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah pertandingan.
“Jangan karena tim favorit kalah kemudian timbul pertengkaran atau saling mengejek. Sportivitas harus menjadi budaya dalam setiap pertandingan yang kita saksikan. Sepak bola seharusnya menjadi sarana mempererat hubungan antar sesama, bukan sebaliknya,” katanya.
Selain itu, Umar mengimbau masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial selama berlangsungnya Piala Dunia.
Ia berharap para pendukung masing-masing tim tidak mudah terpancing oleh komentar maupun unggahan yang berpotensi memicu perselisihan.
Menurutnya, semangat kompetisi yang ditampilkan para pemain di lapangan harus menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda, terutama terkait kerja keras, disiplin, kerja sama tim, dan sikap saling menghargai.
“Nilai-nilai positif dalam olahraga harus menjadi inspirasi bagi generasi muda Maluku. Yang perlu diteladani bukan hanya kemampuan para pemain, tetapi juga semangat juang, kedisiplinan, dan rasa hormat terhadap lawan,” ujarnya.
Umar menegaskan bahwa perhelatan Piala Dunia hanya berlangsung sekali dalam empat tahun, sedangkan persaudaraan dan silaturahmi merupakan nilai yang harus dijaga sepanjang waktu.
“Pertandingan Piala Dunia dilaksanakan empat tahun sekali, tetapi persaudaraan dan membangun silaturahmi lebih penting untuk kita jaga selamanya. Jangan sampai karena ajang sepak bola dunia dapat merusak hubungan baik yang sudah terjalin,” tegasnya.
Karena itu, ia berharap seluruh masyarakat Maluku dapat menikmati setiap pertandingan dengan aman, tertib, dan penuh kegembiraan, sehingga Piala Dunia benar-benar menjadi ajang hiburan yang memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
“Marilah kita jadikan Piala Dunia sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan kebersamaan. Menang atau kalah adalah hal biasa dalam olahraga, tetapi persaudaraan harus tetap menjadi yang utama,” pungkas Umar (LM-10).









Discussion about this post