Lensa Maluku, — Kabar membanggakan datang dari dunia perfilman Indonesia. Auzan Noh Karepesina, putra asal Negeri Kabauw–Samasuru, Kabupaten Maluku Tengah, dipercaya menjadi pemeran utama dalam film drama pendidikan “Dua Nafas”, sebuah proyek kolaborasi Indonesia dan Korea yang akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 2 Juli 2026.
Keterlibatan Auzan dalam proyek internasional tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan semakin terbukanya peluang bagi talenta muda daerah untuk tampil dan bersaing di industri kreatif nasional maupun global.
Menjelang penayangan resminya, film Dua Nafas akan menggelar Gala Premiere pada Jumat, 19 Juni 2026, pukul 18.30 WIB di Epicentrum XXI Theatre 1, Jakarta. Acara ini mengusung tema “Nafas Nenek, Nafas Kita Semuanya”, yang merefleksikan pesan kuat tentang keluarga, pendidikan, perjuangan, dan harapan.
Direktur POLAM-INDONESIA, Abubakar Karepesina menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap karya tersebut. Menurutnya, Dua Nafas tidak hanya hadir sebagai tontonan, tetapi juga sebagai media edukasi yang membawa nilai-nilai kehidupan bagi generasi muda Indonesia.
“Keberhasilan Auzan Noh Karepesina menjadi inspirasi bahwa putra-putri daerah memiliki kesempatan yang sama untuk meraih prestasi dan mengharumkan nama bangsa. Ini adalah kebanggaan bagi Maluku dan Indonesia,” ujarnya.
Film Dua Nafas mengangkat kisah yang dekat dengan realitas masyarakat Indonesia, menghadirkan pesan tentang pentingnya keluarga, pengorbanan, pendidikan, dan keteguhan dalam menghadapi tantangan hidup. Melalui pendekatan drama yang emosional dan menyentuh, film ini diharapkan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
POLAM-INDONESIA turut mengajak masyarakat Indonesia, khususnya keluarga besar Maluku di seluruh tanah air, untuk memberikan dukungan terhadap karya anak bangsa dengan menyaksikan film tersebut serta menyebarluaskan semangat positif yang diusungnya.
Pengamat industri kreatif menilai kehadiran talenta muda dari daerah dalam produksi berskala internasional menjadi indikator positif bagi perkembangan perfilman Indonesia. Selain memperluas representasi daerah dalam industri hiburan, hal ini juga membuka ruang yang lebih besar bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan mereka di tingkat nasional dan internasional.
Dengan peluncuran Dua Nafas, Indonesia kembali menunjukkan kapasitasnya dalam menghasilkan karya perfilman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pesan sosial dan pendidikan yang kuat. Kehadiran Auzan Noh Karepesina sebagai pemeran utama menjadi simbol bahwa mimpi besar dapat lahir dari berbagai penjuru Nusantara dan berkembang hingga panggung yang lebih luas.(LM-03)










Discussion about this post