Lensa Maluku, – Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI Maluku menggelar nonton bareng (nobar) film Dua Nafas di XXI Ambon City Center (ACC), Sabtu (4/7/2026), sebagai bentuk dukungan terhadap putra daerah Maluku, Auzan Noh Karepesina, yang turut berperan dalam film nasional tersebut.
Kegiatan yang melibatkan Badan Koordinasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (Bakorda HIPMI PT) Maluku ini diikuti oleh pengurus dan anggota kedua organisasi. Nobar tersebut menjadi wujud apresiasi terhadap karya anak bangsa sekaligus bentuk dukungan nyata bagi generasi muda Maluku yang berhasil menembus industri perfilman nasional.
Film Dua Nafas garapan sutradara Hasto Broto mulai tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia sejak 2 Juli 2026. Mengangkat kisah penuh makna tentang keluarga, kasih sayang, dan pengorbanan, film ini juga menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Maluku melalui penampilan Auzan Noh Karepesina sebagai salah satu pemerannya.
Ketua Depidar SOKSI Maluku, Rohalim Boy Sangadji, mengatakan kegiatan nobar ini merupakan bentuk dukungan moral kepada generasi muda Maluku agar terus percaya diri berkarya dan berprestasi di tingkat nasional.
“Kami ingin memberikan apresiasi kepada Auzan Noh Karepesina yang telah membawa nama Maluku ke industri perfilman nasional. Semoga ini menjadi motivasi bagi anak-anak muda Maluku lainnya untuk terus berkarya dan mengukir prestasi di berbagai bidang,” ujar Rohalim.
Ia berharap semakin banyak putra-putri Maluku yang mampu menunjukkan potensi terbaiknya dan mengharumkan nama daerah, termasuk melalui dunia perfilman yang kini semakin berkembang.
Senada dengan itu, Sekretaris Depidar SOKSI Maluku, Hengky Wattimena, menilai film Dua Nafas bukan sekadar karya sinema, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan terhadap generasi Maluku yang mampu bersaing di panggung nasional.
“Ini merupakan karya anak bangsa sekaligus menjadi bagian dari rasa memiliki terhadap generasi Maluku yang berkarya di bidang perfilman. Kami ingin mendorong semakin banyak anak muda Maluku untuk berkiprah di industri film nasional. Kehadiran Auzan membuktikan bahwa talenta dari Maluku mampu bersaing dengan daerah lain,” katanya.
Menurut Hengky, kekuatan utama film Dua Nafas tidak hanya terletak pada kualitas produksinya, tetapi juga pada pesan kemanusiaan yang menyentuh hati penonton.
“Film ini menghadirkan cerita yang sangat dekat dengan kehidupan kita. Siapa pun yang pernah memiliki ibu atau nenek akan merasakan emosi yang sama. Film ini mengingatkan kita untuk selalu menghargai dan menyayangi orang tua selagi masih ada,” ungkapnya. (LM-05)










Discussion about this post