Lensa Maluku, – Di tengah dominasi film horor di layar lebar Indonesia, “Dua Nafas” hadir sebagai drama keluarga yang menawarkan kisah emosional tentang cinta, pengorbanan, dan bakti kepada orang tua. Film yang resmi tayang di bioskop mulai 2 Juli 2026 ini mengajak penonton menyelami hubungan tulus antara seorang nenek dan cucunya yang dipisahkan oleh keadaan.
Cerita berpusat pada Anto, bocah berusia delapan tahun yang terpaksa dititipkan ibunya, Wati, kepada sang nenek, Mariyam, di sebuah desa terpencil. Terbiasa dengan kehidupan nyaman di Jakarta, Anto sulit menerima kenyataan harus hidup sederhana bersama neneknya yang merupakan penyandang disabilitas bisu dan tuli.
Seiring waktu, rasa kecewa dan penolakan Anto perlahan berubah menjadi kasih sayang. Kehangatan Mariyam, serta persahabatannya dengan Putri dan Udin, membuat Anto belajar memahami arti keluarga, kesederhanaan, dan pengorbanan yang selama ini tak pernah ia sadari.
Enam belas tahun kemudian, Anto berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi seorang dokter. Dengan penuh kebanggaan, ia kembali ke desa untuk memperlihatkan ijazahnya kepada nenek yang telah membesarkannya. Namun, kepulangannya justru menjadi momen paling memilukan ketika ia mendapati Mariyam telah meninggal dunia, seolah menunggu cucu tercintanya pulang untuk terakhir kali.
Disutradarai Hasto Broto, “Dua Nafas” menghadirkan penampilan menyentuh dari Syakir Daulay sebagai Anto dewasa dan Aty Cancer sebagai Mariyam. Film berdurasi 93 menit ini mengangkat pesan bahwa kasih sayang orang tua dan kakek-nenek sering kali baru benar-benar disadari ketika waktu telah berlalu.
Dengan alur sederhana namun sarat makna, “Dua Nafas” menjadi tontonan yang bukan hanya menghibur, tetapi juga mengingatkan pentingnya menghargai keluarga selagi masih ada kesempatan. Film ini menawarkan refleksi mendalam tentang cinta tanpa syarat, pengorbanan, dan penyesalan yang mampu menguras air mata penonton dari awal hingga akhir. (LM-05)









Discussion about this post