Lensa Maluku, — Bagi masyarakat Kabupaten Buru Selatan, pembangunan gedung baru RSUD Dr. Salim Alkatiri di pusat Kota Namrole bukan hanya tentang berdirinya sebuah bangunan besar.
Pembangunan ini menjadi tanda perubahan: sebuah langkah nyata pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, lebih layak, dan lebih manusiawi bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Di bawah kepemimpinan Bupati Buru Selatan La Hamidi dan Wakil Bupati Gerson E. Selsily, penguatan sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
Kehadiran rumah sakit dengan fasilitas yang lebih modern menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini menghadapi tantangan geografis dalam memperoleh layanan kesehatan.
Bagi warga Buru Selatan, jarak bukan sekadar hitungan kilometer. Dalam kondisi tertentu, perjalanan keluar daerah untuk mendapatkan layanan medis lanjutan membutuhkan waktu, biaya, dan perjuangan yang tidak sedikit.
Karena itu, pembangunan RSUD Dr. Salim Alkatiri menjadi harapan agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan berkualitas tanpa harus meninggalkan daerahnya.
Pembangunan gedung baru RSUD Dr. Salim Alkatiri saat ini terus berjalan melalui program Pelaksanaan Konstruksi Terintegrasi Rancang Bangun Pembangunan/Renovasi RSUD Dr. Salim Alkatiri dalam rangka PHTC Bidang Kesehatan Batch 3 APBN Tahun Anggaran 2026, dengan nilai pagu paket sebesar Rp158,764 miliar.
Direktur RSUD Dr. Salim Alkatiri, Hamid Mukadar, mengatakan progres pembangunan menunjukkan perkembangan positif. Hingga saat ini, pekerjaan fisik telah mencapai sekitar 14 persen, bahkan berjalan lebih cepat dari jadwal yang telah direncanakan.
Percepatan pembangunan terlihat dari dimulainya proses pengecoran pada zona 3, yang sebelumnya diperkirakan baru dimulai pada awal Agustus.
“Pekerjaan di lapangan berjalan lebih cepat dari prediksi. Saat ini pengecoran zona 3 sudah mulai dilakukan,” ujar Hamid.
Gedung baru tersebut dibangun melalui lima zona pekerjaan yang dikerjakan secara bertahap. Pemerintah daerah menargetkan pekerjaan fisik dapat selesai pada 31 Desember, sebelum nantinya dilakukan persiapan operasional setelah seluruh fasilitas pendukung tersedia.
Komitmen peningkatan pelayanan kesehatan tidak berhenti pada pembangunan gedung. Pemerintah pusat juga memberikan dukungan pengadaan alat kesehatan dengan nilai sekitar Rp50 miliar untuk melengkapi kebutuhan rumah sakit.
Sejumlah peralatan medis modern telah direncanakan masuk dalam penguatan fasilitas pelayanan, mulai dari tempat tidur pasien, CT Scan, alat rontgen, mamografi, hingga perlengkapan ruang operasi.
Bagi Bupati La Hamidi dan Wakil Bupati Gerson E. Selsily, pembangunan rumah sakit merupakan investasi kemanusiaan. Infrastruktur kesehatan harus mampu menghadirkan rasa aman bagi masyarakat, terutama ketika mereka dan keluarga membutuhkan pertolongan medis.
Selain fasilitas fisik, pemerintah daerah juga menyiapkan penguatan sumber daya manusia kesehatan. Pengembangan layanan baru seperti pelayanan jantung, stroke, dan hemodialisa atau cuci darah menjadi bagian dari arah pengembangan RSUD Dr. Salim Alkatiri ke depan.
Penambahan tenaga dokter spesialis serta peningkatan kompetensi tenaga kesehatan juga dipersiapkan agar rumah sakit mampu memberikan pelayanan sesuai standar.
Kebijakan pembangunan kesehatan ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Buru Selatan untuk mewujudkan daerah yang maju, humanis, dan berkelanjutan, dengan menempatkan peningkatan kualitas manusia sebagai fondasi utama pembangunan.
Kini, di tengah proses pembangunan yang terus berjalan, masyarakat Buru Selatan menaruh harapan besar. Mereka tidak hanya menunggu gedung baru berdiri, tetapi menantikan hadirnya pelayanan kesehatan yang mampu menjawab kebutuhan mereka.
Bagi warga di daerah kepulauan, keberhasilan pembangunan RSUD Dr. Salim Alkatiri adalah bukti bahwa pelayanan publik dapat hadir lebih dekat dengan kehidupan mereka.(LM-03)









Discussion about this post