Jakarta, 12 Agustus 2026 – Ketua Bidang Ekonomi Kreatif Pengurus Besar Forum Mahasiswa Maluku Utara (PB FORMALUT Jakarta), Gio Rugery Djoma, mendesak PT. Nico untuk tetap mempertahankan harga dasar pembelian kelapa sebesar Rp 3.000 per butir. Menurutnya, penurunan harga akan semakin memperburuk kondisi ekonomi petani kelapa di Kabupaten Halmahera Utara yang selama ini bergantung pada hasil komoditas tersebut.
Gio Rugery Djoma menegaskan bahwa harga kelapa yang layak merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat. Di tengah meningkatnya biaya kebutuhan hidup dan biaya produksi, setiap penurunan harga akan memberikan dampak langsung terhadap pendapatan petani.
“Kami mendesak PT. Nico agar tetap mempertahankan harga kelapa di angka Rp3.000 per butir. Jangan sampai petani Halmahera Utara menjadi pihak yang selalu menanggung beban akibat kebijakan harga yang tidak berpihak kepada mereka,” tegas Gio.
PB FORMALUT Jakarta juga menyampaikan ultimatum kepada PT. Nico agar mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi dari setiap kebijakan yang diambil. Perusahaan diharapkan membuka ruang komunikasi yang konstruktif dengan para petani dan para pemangku kepentingan sebelum mengambil keputusan yang berpotensi merugikan masyarakat.
“Kami mengingatkan PT. Nico agar tidak mengabaikan aspirasi petani. Jika harga terus ditekan, maka ribuan petani di Halmahera Utara akan semakin terjepit di ujung rantai ekonomi. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan,” lanjutnya.
PB FORMALUT Jakarta meminta pemerintah daerah, instansi terkait, dan seluruh pemangku kepentingan untuk segera mengambil langkah dalam melindungi kepentingan petani kelapa. Menurut organisasi tersebut, keberpihakan terhadap petani harus menjadi prioritas agar stabilitas ekonomi masyarakat di Halmahera Utara tetap terjaga.
Sebagai organisasi yang mewadahi mahasiswa Maluku Utara, PB FORMALUT Jakarta menyatakan akan terus mengawal persoalan ini dan memperjuangkan kebijakan yang adil bagi petani. Organisasi tersebut berharap PT. Nico segera memberikan kepastian mengenai kebijakan harga yang berpihak pada kesejahteraan petani.
Pengurus Besar Forum Mahasiswa Maluku Utara (PB FORMALUT Jakarta)
Ketua Bidang Ekonomi Kreatif.
Gio Rugery Djoma. (LM-05)









Discussion about this post