Lensa Maluku, — Di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah, Pemerintah Kabupaten Buru Selatan (Pemkab Bursel) menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi investasi penting untuk menentukan masa depan daerah.
Komitmen itu kembali ditegaskan Bupati Buru Selatan, La Hamidi, saat melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura (Unpatti), di Aula Kantor Bupati Bursel, Selasa (15/9/2026).
Di hadapan para mahasiswa, La Hamidi menegaskan bahwa keterbatasan fiskal daerah bukan alasan bagi pemerintah untuk mengesampingkan pendidikan.
Justru, di tengah kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang mengalami defisit, pembangunan sumber daya manusia (SDM) tetap ditempatkan sebagai salah satu agenda utama pemerintah daerah.
“Kami berdua hadir karena 10 program prioritas kami menempatkan pendidikan dan kesehatan pada posisi teratas,” tegas La Hamidi.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas sorotan publik yang menilai pemerintah daerah kurang memberikan perhatian terhadap masa depan pendidikan generasi muda Buru Selatan.
Faktanya, komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan pembiayaan pendidikan bagi 734 penerima, yang terdiri atas mahasiswa serta tenaga medis yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Pattimura dan Universitas Terbuka.
Dukungan itu mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sarjana hingga pendidikan dokter spesialis.
734 Penerima Jadi Bukti Komitmen
Adapun penerima bantuan pendidikan tersebut terdiri dari:
700 mahasiswa program S1
20 mahasiswa program S2
5 mahasiswa program S3
5 orang dokter spesialis
4 orang dokter umum
Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya diarahkan kepada pendidikan umum, tetapi juga pada peningkatan kapasitas tenaga profesional yang secara langsung berkaitan dengan kebutuhan pelayanan masyarakat.
Bagi Bursel, investasi terhadap pendidikan bukan sekadar persoalan mengalokasikan anggaran, melainkan bagian dari upaya menyiapkan generasi yang kelak akan mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Di tengah keterbatasan anggaran, pilihan untuk tetap memberikan ruang bagi pendidikan menjadi penting. Sebab, pembangunan infrastruktur tanpa dibarengi pembangunan manusia akan sulit menghasilkan kemajuan yang berkelanjutan.
Pendidikan sebagai Investasi Masa Depan Bursel
Mahasiswa penerima dukungan pendidikan pada akhirnya diharapkan tidak hanya menyelesaikan studi, tetapi juga kembali memberikan kontribusi bagi masyarakat Buru Selatan.
Mereka adalah calon guru, tenaga kesehatan, akademisi, dan profesional yang nantinya dapat menjadi bagian dari kekuatan pembangunan daerah.
Karena itu, keberpihakan terhadap pendidikan menjadi investasi jangka panjang. Apa yang dibiayai hari ini diharapkan dapat kembali dalam bentuk peningkatan kualitas SDM, pelayanan publik yang lebih baik, serta lahirnya generasi Bursel yang mampu bersaing dan membangun daerahnya sendiri.
Komitmen Pemkab Bursel tersebut sekaligus menegaskan bahwa keterbatasan fiskal tidak harus berarti keterbatasan harapan.
Ketika pendidikan tetap ditempatkan sebagai prioritas, pemerintah sedang menanam investasi yang hasilnya mungkin tidak langsung terlihat dalam satu atau dua tahun, tetapi menentukan wajah Buru Selatan pada masa depan.
Bagi generasi muda Bursel, dukungan itu bukan hanya tentang bantuan biaya pendidikan. Lebih dari itu, menjadi pesan bahwa di tengah berbagai keterbatasan, masa depan mereka tetap diperhitungkan dan pendidikan tetap menjadi jalan penting untuk membangun Buru Selatan.(LM-03)









Discussion about this post