Lensa Maluku – Pemerintah Provinsi Maluku melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya terus memperkuat komitmennya dalam memajukan kebudayaan daerah dengan membuka ruang kreativitas bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, mengasah talenta, serta mengekspresikan diri melalui seni pertunjukan dan teater.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Seni Pertunjukan dan Teater Tahun 2026 yang berlangsung selama lima hari, sejak 26 hingga 30 Oktober 2026, bertempat di Taman Budaya Provinsi Maluku. Kegiatan ini mengusung tema “Harmoni Talenta Beta” dan diikuti 30 peserta yang diharapkan menjadi bagian dari regenerasi pelaku seni dan budaya di Maluku.
Panitia pelaksana, Prihe Letlora, yang juga menjabat Kepala Seksi Penyajian Apresiatif Seni Budaya UPTD Taman Budaya Provinsi Maluku, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberikan ruang belajar, pembinaan, dan pengembangan potensi generasi muda di bidang kebudayaan.
Dalam sambutannya, Prihe menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Dr. Sarlota Singerin, S.Pd., M.Pd., Plt. Kepala UPTD Taman Budaya Fence Mandaku, para narasumber, seluruh undangan, serta 30 peserta yang mengikuti workshop.
Menurutnya, penyelenggaraan workshop ini bukan sekadar agenda pelatihan seni, melainkan wujud nyata komitmen Taman Budaya Provinsi Maluku dalam mendorong kemajuan seni dan kebudayaan sekaligus mempersiapkan generasi muda agar mampu mengembangkan talenta sesuai minat dan kemampuannya.
“Sejalan dengan undang-undang dan arah kebijakan talenta nasional, kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, berekspresi, serta menjalani berbagai proses kreatif yang diharapkan menghasilkan karya terbaik. Kami sungguh percaya bahwa talenta tidak cukup hanya ditemukan, tetapi harus diasah dan diberikan panggung untuk bertumbuh,” ungkap Prihe.
Workshop tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Setiabudi Raharjo Situmorang dari IAKN Ambon dan Teodora, seorang pegiat seni pertunjukan dan teater. Melalui pendampingan para narasumber, peserta dibekali pengetahuan dan pengalaman untuk meningkatkan kreativitas, keterampilan, kemampuan berekspresi, serta membangun kolaborasi dalam menghasilkan pertunjukan yang berkualitas.
Prihe menekankan bahwa proses pembelajaran selama lima hari harus menjadi fondasi bagi peserta untuk berani tampil, mengembangkan gagasan, dan memperkaya khazanah seni pertunjukan Maluku.
“Ibu Kepala Dinas yang kami banggakan, kegiatan ini bukan sekadar proses belajar untuk menuju sebuah perlombaan, melainkan juga upaya merawat imajinasi dan menemukan suara generasi muda Maluku. Kami ingin mereka memiliki keberanian untuk berkarya, menunjukkan potensi, dan mengambil bagian dalam perjalanan kebudayaan daerah,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, karya para peserta workshop dijadwalkan dipresentasikan pada 10 November 2026 dalam sebuah pergelaran seni Maluku. Sebanyak 30 peserta tersebut akan dilibatkan sebagai pendukung acara utama untuk memperlihatkan hasil pembelajaran, kreativitas, dan keterampilan yang telah mereka kembangkan selama mengikuti workshop.
Langkah ini diharapkan menjadi kesempatan nyata bagi peserta untuk membuktikan bahwa pembinaan seni tidak berhenti pada ruang pelatihan, tetapi harus berlanjut pada panggung pertunjukan yang memberikan pengalaman, pengakuan, dan ruang aktualisasi bagi talenta muda.
Menurut Prihe, kemajuan kebudayaan tidak dapat dicapai hanya melalui satu kegiatan. Dibutuhkan proses pembinaan yang berkesinambungan, ruang kreatif yang terbuka, serta keberanian memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menghasilkan karya yang mencerminkan identitas dan kekayaan budaya Maluku.
Ia juga berharap generasi muda yang mengikuti kegiatan tersebut dapat terus mengembangkan kemampuannya dan mengambil peran dalam memperkenalkan seni serta kebudayaan Maluku kepada masyarakat luas.
“Generasi muda harus mendapatkan kesempatan untuk berkarya bagi Maluku pung bae. Kami menyadari bahwa kemajuan kebudayaan tidak selesai dalam satu kegiatan, tetapi tumbuh melalui proses yang berkelanjutan, peran kreatif yang terbuka, dan keberanian memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berkarya,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Prihe turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Dr. Sarlota Singerin, yang dinilai memberikan penguatan dan motivasi bagi peserta maupun jajaran UPTD Taman Budaya untuk terus bergerak memajukan kebudayaan daerah.
Ia berharap dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan talenta generasi muda dapat terus diperkuat sehingga seni pertunjukan dan teater menjadi salah satu ruang strategis dalam membangun kreativitas, memperkaya identitas budaya, serta melahirkan generasi penerus yang mampu menjaga dan mengembangkan warisan kebudayaan Maluku.
Melalui workshop bertema “Harmoni Talenta Beta”, UPTD Taman Budaya Provinsi Maluku menegaskan bahwa masa depan kebudayaan tidak hanya bergantung pada pelestarian tradisi, tetapi juga pada kemampuan membuka ruang bagi generasi muda untuk berinovasi, berekspresi, dan melahirkan karya yang membanggakan daerah. (LM-10).









Discussion about this post