Lensa Maluku – Kehadiran Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, SH, dalam pembukaan Sidang ke-46 Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) Tahun 2026 di Kota Tual menyisakan catatan kritis.
Gubernur menyapa Ketua Umum dan Pengurus Besar (PB) Angkatan Muda GPM (AMGPM), tetapi tidak menyampaikan permintaan maaf maupun klarifikasi terkait ketidakhadirannya dalam pembukaan dan penutupan Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) AMGPM.
Pembukaan Sidang ke-46 MPL Sinode GPM berlangsung di Gedung Gereja Maranatha, Jemaat GPM Tual, Minggu (25/10/2026), dan secara resmi dibuka oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa. Minggu, 25/10/2026.
Forum gerejawi yang mempertemukan para pelayan dan pimpinan GPM dari wilayah Maluku dan Maluku Utara itu menjadi momentum penting bagi konsolidasi pelayanan, penguatan organisasi, serta pembahasan berbagai agenda strategis gereja.
Namun, di balik seremoni pembukaan tersebut, terdapat persoalan yang masih menyisakan tanda tanya di kalangan kader Angkatan Muda GPM. Sorotan itu berkaitan dengan absennya Gubernur dalam pembukaan maupun penutupan MPP AMGPM yang sebelumnya berlangsung di Jemaat GPM Oheira, Klasis Kei Kecil dan Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara.
Sapa Pimpinan AMGPM, Tanpa Klarifikasi
Dalam sambutannya saat membuka Sidang MPL Sinode GPM, Lewerissa menyapa Ketua Umum dan PB AMGPM yang hadir sebagai bagian dari tamu dan undangan dalam agenda resmi tersebut.
Akan tetapi, sapaan itu tidak disertai penjelasan mengenai alasan ketidakhadirannya dalam dua agenda penting MPP AMGPM. Tidak terdengar pula pernyataan yang secara khusus menanggapi kekecewaan atau pertanyaan yang berkembang di kalangan kader organisasi kepemudaan gereja tersebut.
Sikap diam itu menjadi perhatian karena forum MPL Sinode GPM bukan sekadar agenda seremonial. Sejumlah peserta yang hadir dalam sidang tersebut juga merupakan bagian dari peserta MPP AMGPM, sehingga kedua agenda itu memiliki keterkaitan langsung dalam kehidupan organisasi GPM.
Seorang peserta MPL yang juga mengikuti MPP AMGPM, dan meminta identitasnya tidak dipublikasikan, menilai bahwa tidak tepat jika kader berharap terlalu jauh akan adanya permintaan maaf atau klarifikasi dari Gubernur dalam forum tersebut.
“Jangan berharap ada permintaan maaf atau klarifikasi dari Lewerissa soal ketidakhadirannya pada saat MPP,” ujar sumber tersebut.
Pernyataan itu menggambarkan adanya kekecewaan di kalangan peserta yang menilai persoalan tersebut semestinya tidak dibiarkan tanpa penjelasan.
MPP Bukan Agenda Kecil
MPP AMGPM merupakan forum organisasi yang melibatkan unsur pimpinan dari berbagai daerah dan wilayah pelayanan. Berdasarkan keterangan dalam bahan pemberitaan ini, pesertanya mencakup utusan Pengurus Daerah dari 34 daerah, para ketua klasis dari 34 klasis di wilayah pelayanan GPM di Maluku dan Maluku Utara, serta unsur Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa MPP AMGPM bukan agenda yang hanya melibatkan segelintir kader. Forum itu mempertemukan unsur-unsur organisasi yang memiliki peran penting dalam dinamika pelayanan kepemudaan dan kehidupan bergereja.
Karena itu, ketidakhadiran kepala daerah dalam pembukaan dan penutupan kegiatan tersebut menjadi hal yang dinilai layak mendapat penjelasan, terutama mengingat hubungan historis dan sosial antara GPM, AMGPM, serta masyarakat Maluku.
Dalam konteks ini, yang menjadi sorotan bukan semata-mata soal kehadiran atau ketidakhadiran seorang pejabat dalam sebuah kegiatan. Persoalan yang lebih mendasar adalah pentingnya komunikasi, penghargaan terhadap forum organisasi, dan kejelasan sikap seorang pemimpin ketika muncul pertanyaan dari kelompok masyarakat yang memiliki hubungan erat dengan kehidupan sosial di daerah.
MPL Menjadi Momentum yang Terlewatkan?
Kehadiran Lewerissa dalam pembukaan MPL Sinode GPM sebenarnya menjadi kesempatan untuk memberikan penjelasan secara proporsional mengenai ketidakhadirannya dalam agenda MPP AMGPM sebelumnya.
Apalagi, sejumlah peserta MPP kembali bertemu dengan Gubernur dalam forum gerejawi yang lebih besar. Momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan alasan ketidakhadiran sekaligus menunjukkan penghargaan terhadap dinamika organisasi kepemudaan GPM.
Namun, berdasarkan rangkaian sambutan yang disampaikan sebagaimana tertuang dalam bahan pemberitaan ini, persoalan tersebut tidak disinggung secara khusus.
Meski demikian, alasan ketidakhadiran Gubernur dalam pembukaan dan penutupan MPP AMGPM belum terkonfirmasi dalam bahan yang tersedia. Karena itu, penilaian terhadap sikap maupun pertimbangan Gubernur perlu tetap ditempatkan secara proporsional sampai ada penjelasan resmi dari pihak yang bersangkutan.
Pejabat Daerah Hadiri Pembukaan MPL
Pembukaan Sidang ke-46 MPL Sinode GPM turut dihadiri sejumlah pejabat dan unsur pimpinan daerah. Di antaranya Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur G. Watubun, ST, SH, bersama istri, Wali Kota Tual H. Akhmad Yani Renuat, S.Sos., M.Si., M.H., bersama istri; Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun, Wakil Wali Kota Tual H. Amir Rumra, S.Pi., M.Si., Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlis Viali Rahantoknam, SH, serta Wakil Bupati Buru Selatan Eliaser Selsily.
Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, anggota DPRD Provinsi Maluku dari daerah pemilihan terkait, anggota DPRD Kota Tual, anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta insan pers.
Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat itu memperlihatkan besarnya perhatian terhadap pelaksanaan Sidang MPL Sinode GPM.
Di tengah suasana kebersamaan tersebut, pertanyaan mengenai absennya Gubernur dalam agenda MPP AMGPM tetap menjadi catatan yang menunggu penjelasan.
Bagi kader AMGPM yang menaruh perhatian terhadap persoalan ini, klarifikasi yang terbuka akan lebih bermakna daripada membiarkan pertanyaan berkembang tanpa jawaban. Sebab, dalam kehidupan organisasi gereja yang menjunjung persaudaraan, komunikasi yang baik merupakan salah satu fondasi untuk menjaga kepercayaan dan kebersamaan.(LM-10).









Discussion about this post