Lensa Maluku, -Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM) Maluku menyoroti polemik terkait kasus Jalan Wokam yang belakangan menjadi perhatian publik. BEM mengimbau seluruh elemen masyarakat, termasuk OKP dan LSM di Maluku, agar tidak memperbesar persoalan tersebut serta
Hal tersebut disampaikan oleh Yudi Ardhani La Galeb, Ketua Bidang Ekonomi dan Politik BEM Nusantara Maluku. Ia menilai, setiap persoalan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran maupun proses hukum punya mekanisme dan aturan yang berlaku. Masyarakat juga diminta untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Kami mengimbau seluruh elemen OKP dan LSM di Maluku agar tidak membesar-besarkan persoalan Jalan Wokam. Serahkan prosesnya kepada pihak yang berwajib dan mari kita sama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif, ujar Yudi
Menurut BEM Maluku, kritik dan pengawasan publik tetap merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kritik hendaknya disampaikan secara objektif, berdasarkan fakta dan data, serta tidak menimbulkan kegaduhan yang dapat merugikan masyarakat maupun daerah.
Di sisi lain, BEM Maluku turut memberikan penilaian positif terhadap kepemimpinan Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel BEM menilai, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah, pemerintah daerah telah berupaya menjalankan roda pemerintahan sekaligus mendorong pembangunan melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat kabupaten Kepulauan Aru.
BEM Maluku menilai bahwa keberhasilan seorang kepala daerah tidak semata-mata dapat diukur hanya dari satu persoalan atau polemik. Penilaian terhadap kepemimpinan harus dilihat secara menyeluruh, mulai dari pelaksanaan berbagai program pembangunan, peningkatan pelayanan publik, penguatan infrastruktur, pengelolaan pemerintahan, hingga kemampuan pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
“Menurut kami, pembangunan daerah harus dilihat secara utuh. Berbagai program yang telah dijalankan pemerintah daerah dan upaya membangun Kabupaten Kepulauan Aru juga patut mendapatkan apresiasi. Jangan sampai satu persoalan kemudian menutup mata kita terhadap berbagai program dan capaian pembangunan yang telah dilakukan,” kata Yudi.
Ia menambahkan, BEM Maluku menilai Bupati Kepulauan Aru bersama jajaran pemerintah daerah telah menunjukkan upaya dalam membangun Aru melalui berbagai program dan kebijakan yang diarahkan untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, evaluasi terhadap pemerintah tetap diperlukan, tetapi harus dilakukan secara objektif, proporsional, dan berdasarkan fakta.
BEM Maluku juga menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan bagian penting dari demokrasi. Namun, seluruh pihak diharapkan mengedepankan kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan politik tertentu.
Dengan demikian, polemik Jalan Wokam diharapkan tidak Membesar besarkan untuk tidak Menimbulkan menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. BEM Maluku mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, dan kondusivitas setiap daerah.
Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga semua elemen agar tetap kondusif dan memberikan ruang kepada pemerintah untuk terus bekerja membangun daerah. Kritik tetap diperlukan, tetapi harus konstruktif serta tidak menimbulkan tendensi Politik dan tidak mengorbankan kepentingan masyarakat. tutup Yudi.(LM-03)









Discussion about this post