Lensa Maluku – Ketua DPRD Maluku bahkan pernah bilang tegas, kalau BUMD tidak berkontribusi dan hanya bebani keuangan daerah, sebaiknya dibubarkan saja. Dan itu tidak salah, karena faktanya dua BUMD legendaris kita, PT Dok dan Perkapalan Wayame dan PD Panca Karya, dari tahun ke tahun belum menunjukkan peningkatan PAD. Kamis, 08/10/2026.
Tapi 2026 ini ada titik balik
1. POTRET BUMD MALUKU SAAT INI: ADA YANG SEHAT, ADA YANG SAKIT
Kita punya 4 BUMD utama di Provinsi:
a. Bank Maluku Malut: Ini yang paling sehat. Tahun ini diproyeksikan setor dividen Rp 51 Miliar ke PAD. Komisi III DPRD Maluku sudah patok target 2026 naik 20%.
b. Perumdam Tirta Nusa Ina (Maluku Tengah): Ini bintang baru. Di tengah geografis pulau-pulau yang tersebar, mereka berhasil 3 tahun berturut-turut kategori SEHAT versi BPKP dan Kementerian PUPR. Nilai kesehatan naik dari 2,81 (2022) jadi 2,84 (2024). Kehilangan air (NRW) berhasil ditekan dari 29% jadi 23%. Bahkan masuk kandidat TOP BUMD Awards 2026.
c. PT Dok Wayame & PD Panca Karya & PT MEA (Maluku Energi Abadi): Ini yang jadi sorotan. Ketua DPRD Benhur Watubun bilang BUMD belum kontribusi maksimal. Tahun ini Dok Wayame ditarget Rp 500 Miliar, tahun depan dipatok naik jadi Rp 750 Miliar. Sementara MEA diminta fokus lunasi hutang dulu.
2. MASALAH UTAMA: BUKAN KURANG SUMBER DAYA, TAPI KURANG SISTEM
Apa beda BUMD Maluku dengan BUMD di Jatim, Jateng, Bali, Jabar yang sukses? Jawabannya: profesionalisme, transparansi, dan political will untuk membiarkan BUMD dikelola secara bisnis, bukan secara birokratis atau politis.
Di Maluku, BUMD masih dikelola seperti SKPD, bukan seperti perusahaan.
3. PROGRAM KEDEPAN: MENUJU BUMD MARITIM TERINTEGRASI
Ini yang paling penting. Ada 3 program besar yang sedang didorong Pemerintah dan DPRD
Program 1: Evaluasi Total dan Peta Jalan 5 Tahun
PDI-P dan Komisi III DPRD mendesak evaluasi menyeluruh terhadap BUMD yang tidak kontribusi. Pengelolaan harus berbasis kompetensi direksi, bukan asal comot. Ini sejalan dengan usulan saya sendiri: Pemerintah Provinsi dan DPRD segera susun peta jalan pengembangan usaha yang terukur, target 5 tahun ke depan BUMD mampu kasih kontribusi signifikan ke PAD dan ciptakan ribuan lapangan kerja lewat ekonomi maritim.
Program 2: Lahirnya BUMD Baru – Pariwisata, Perikanan, Pangan & Energi
Pemprov Maluku berencana bentuk dua BUMD baru khusus pariwisata dan perikanan. Ini sangat relevan dengan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional. Belajar dari Nagan Raya, BUMD Pangan akan integrasikan rantai usaha dari produksi, pengelolaan, distribusi hingga ketahanan pangan, dan BUMD Energi akan kelola potensi mineral secara profesional dan berkelanjutan.
Program 3: Sinergi BUMD-Koperasi – UMKM-BUMDes (Konsep Teluk Elpaputih)
Ini konsep yang saya dorong di Yayasan Salawano. BUMD jangan jalan sendiri. Harus sinergi, BUMD sediakan cold storage dan kapal, nelayan pasok ikan, distribusi dikelola koperasi, sehingga manfaat ekonomi dirasakan masyarakat luas. Transparansi, audit, dan keleluasaan kelola usaha berbasis prinsip bisnis harus jadi kunci.
Ditambah digitalisasi layanan, pemanfaatan aset produktif, dan diversifikasi usaha
KESIMPULAN
Kalau mau jujur, BUMD Maluku saat ini ibarat kendaraan tanpa kemudi, tidak transparan, tidak efisien, dan tidak punya arah bisnis yang jelas. Tapi peluangnya besar sekali.
Jika Bank Maluku bisa jadi tulang punggung UMKM, jika Tirta Nusa Ina bisa sehat di wilayah kepulauan, maka BUMD Perikanan dan Pariwisata juga bisa.
Kuncinya Satu: Bubarkan mental birokrasi, hidupkan mental bisnis
Maluku tidak kekurangan ikan, tidak kekurangan laut, tidak kekurangan wisata, Sumber Daya Alam sangat berpotensi, masalah di anggap kursial kekurangan yang kita miliki adalah sistem dan management yang tidak tertata.(LM-10).









Discussion about this post