Lensa Maluku, – Bupati Buru, Ikram Umasugi berharap DPD Pengajian Alhidayah dapat selaraskan program kerjanya dengan program pemerintah daerah, terutama dalam pengentasan stunting, pemberdayaan ekonomi perempuan dan peningkatan literasi keagamaan.
Bupati Buru, Ikram Umasugi menyampaikan hal itu dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Efendy Yusuf ketika membuka Rapat Kerja Daerah (rakerda) DPD Pengajian Alhidayah Kabupaten Buru, Jumat (18/9/2026).
Mengawali sambutan sebelum membuka Rakerda DPD Pengajian Alhidayah Kabupaten Buru, Staf Ahli Efendy Yusuf menyampaikan salam dari Bupati yang berhalangan hadir.
Atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Buru, Ikram Umasugi menyambut baik dan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya Rapat Kerja ini.
Menurut Ikram, Pengajian Alhidayah bukan sekedar wadah berkumpulnya kaum wanita untuk megaji, melainkan sebuah organisasi sosial keagamaan yang memiliki sejarah panjang dan kontribusi nyata, khususnya dalam pembinaan umat, pemberdayaan perempuan serta pendidikan keluarga Islami.
“Rakerda ini bukan sekedar agenda seremonial belaka. Ini adalah momentum strategis untuk mengevaluasi program kerja yang lalu sekaligus merumuskan program kerja baru yang responsive terhadap tantangan zaman,”tanggap Ikram.
Karena itu, melalui rakerda ini bupati menitipkan beberapa harapan antara lain agar Alhidayah selalu bersinergis dengan pemerintah daerah.
“Saya berharap DPD Pengajian Al-Hidayah dapat terus menyelaraskan program kerjanya dengan program pemerintah daerah, terutama dalam pengentasan Stunting, pemberdayaan ekonomi perempuan dan peningkatan literasi keagamaan,” pesan bupati.
Bupati juga meminta agar Alhidayah melakukan penguatan kelembagaan hingga ke tingkat kecamatan dan desa agar manfaat organisasi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Yang terakhir, bupati tekankan agar ada Dakwah yang Sejuk. “Tetap jadikan Al-Hidayah sebagai wadah dakwah yang menyejukkan, inklusif, dan mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat, ” kata bupati.
Pemerintah Kabupaten Buru berkomitmen untuk selalu mendukung kegiatan-kegiatan positif keagamaan dan kemasyarakatan seperti ini.
Bupati Ikram percaya, pembangunan fisik tidak akan berjalan seimbang tanpa didukung oleh pembangunan mental-spritual yang kuat.
Sedanfkan Ny Mohra Ikram Umasugi dalam sambutannya di pembukaan rakerda mengatakan, kalau Pengajian Alhidayah merupakan organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang sosial keagamaan dengan mengedepankan kaum perempuan sebagai motor penggeraknya.
Oleh sebab itu Mohram mengajak mari bersama mewujudkan Visi Pengajian Al Hidayah yakni bertakwa kepada Allah SWT, berakhlakul karimah, cerdas, mandiri dan sejahtera dalam membangun keluarga, masyarakat, bangsa guna mewujudkan ajaran Islam yang penuh rahmat bagi seluruh alam semesta.
Mohra turut menyantil misi dari Pengajian Alhidayah antara lain, yaitu Meningkatkan kualitas Sumber Daya Perempuan Indonesia meliputi aspek keagamaan, pendidikan, kebudayaan dan Iptek.
Menggalang dan menggerakan kaum perempuan Indonesia beserta seluruh potensi yang dimiliki. Mengupayakan sistem kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan yang menjamin hak asasi
perempuan dan keluarga.
Meningkatkan pemberdayaan kaum perempuan Indonesia di berbagai bidang. Mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam berkeluarga dan bermasyarakat.
Pada momentum yang berbahagia ini, selaku Penasehat DPD Pengajian Al Hidayah Kabupaten Buru, Mohra menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya rapat kerja tersebut.
Kata Mohra, rapat kerja adalah momentum penting untuk mengevaluasi program yang telah berjalan dan merancang program baru ke depan.
Pengajian Alhidayah bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan wadah membina umat, mempererat silaturahmi, dan mencetak perempuan yang berakhlak mulia.
Mohra berpesan agar program kerja yang disusun nanti bersifat realistis, menyentuh kebutuhan umat, dan selaras dengan tantangan zaman saat ini.
Jaga selalu kekompakan, kebersamaan, dan niat ikhlas dalam menjalankan roda organisasi. Segala perbedaan pendapat dalam rapat mari dijadikan kekuatan untuk menghasilkan keputusan terbaik.
Sementara itu, Bendahara Partai Golkar Kabupaten Buru, Amrullah Madani Hentihu dalam sambutan singkatnya menyampaikan permohonan maaf karena Fraksi Golkar DPRD Buru belum bisa berbuat banyak untuk kepentingan Alhidayah.
“Insya Allah tahun 2027 nanti kebutuhan Alhidayah tetap akan diperhatikan,”ujar Amrullah.
Diakuinya kalau salah satu kekuatan Partai Golkar ada juga di Alhidayah dan disentil pula rekomendasi dalam Musda Golkar yang lalu untuk mengawal pemerintahan Kabupaten Buru di era kepemimpinan Ikram Umasugi.
Sebelum mengakhiri sambutannya, atas nama Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Buru, Amrullah menyampaikan selamat melaksanakan rakerda semoga lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat. (LM-04)










Discussion about this post