by

Gempa 6,8 Menguncang Kota Ambon Sejumlah Fasilitas Rusak.

-Berita, Maluku-120 views

Lensa Maluku – Gempa magnitudo 6,8 mengguncang Kota Ambon, Maluku, Kamis (26/9/2019).

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) Maluku yang diunggah BMKG Maluku melalui Facebooknya menampilkan Lengkap dengan informasi waktu, lokasi, hingga potensi tsunami akibat gempa.

Gempa yang terjadi pada pukul 08.46 WIT itu mengakibatkan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan.

Salah satu pengawai di Kampus IAIN Ambon juga dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan rektorat.

Staff bagian kepegawaian dan hukum IAIN Ambon meninggal dunia yakni, Narty Rotta. Dia meninggal akibat tertimpa reruntuhan plavon dan bangunan. Pada saat kejadian seluruh mahasiswa dan pegawai yang berada di dalam ruangan berlari ke luar. hanya saja dari pantauan Narty tertimpa serpihan bangunan rektorat.

“Narty dia tertimpa bangunan dan meniggaal saat dibawa ke rumah sakit untuk dievakuasi,” kata dosen IAIN Ambon Ismail Hehanussa.

Selain itu juga, Ribuan warga di kota Ambon berhamburan panik dan mencoba mengunggi ke lokasi yang tinggi dengan melintasi jalan diseputar Kota Ambon. Kondisi ini membuat arus lalulintas menjadi macet, Kamis (26/9/2019).

Sementara Jembatan Merah Putih (JMP) yang menghubungkan Desa Gagala dan Rumah Tiga, Kota Ambon terlihat mengalami keretakan.

Begitupun, beberapa gedung Kampus IAIN Ambon juga mengalami retak dan beberapa bagian rubuh.

Gempa berlokasi di 3.38 Lintang Selatan,128.43 Bujur Timur, 40 kilometer Timur Laut Ambon Maluku dengan kedalaman 10 kilometer, ini membuat warga panik berhamburan.

Kepanikan warga tidak bisa dihindari, membuat sejumlah ruas jalan di Kota Ambon menjadi macet

Warga di pesisir Kota Ambon ketakutan dan memilih mengungsi ke sejumlah kawasan di dataran tinggi.

“kami terpaksa keluar rumah dan naik kearah Batumerah atas, karena takut gempa susulan dan tsunami,” ungkap salah satu warga Kota Ambon.

Kepala Tata Usaha Balai Jalan Maluku, Stanley Tuapattinaja, ST, MT menyampaikan, terdapat beberapa kerusakan di expansion Joint pada Jembatan Merah Putih (JMP).

Ia menjelaskan, gempa membuat aspal di atas jembatan lepas, tapi tidak terjadi kerusakan pada struktur utuh.“Expansion joint memang merupakan sambungan gelagar,” jelasnya. (LM – 02).

BACA JUGA
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *