Lensa Maluku, — Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buru Selatan, Mintje Jacoba, S.H., M.H, mendorong para guru untuk mengambil peran aktif sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di lingkungan pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Mintje Jacoba dalam kegiatan Workshop Penggiat P4GN di Lingkungan Pendidikan bagi Guru Selasa 6/9/2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas tenaga pendidik dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan bersih dari narkoba.
Dalam sambutannya, Mintje menegaskan bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda.
“Narkotika tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan, mengganggu proses pendidikan, serta menimbulkan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat,” ujar Mintje.
Menurutnya, lingkungan pendidikan memiliki posisi strategis dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika. Sekolah tidak hanya menjadi tempat peserta didik memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk karakter, menanamkan nilai moral, membangun kedisiplinan, serta membekali generasi muda agar mampu mengambil keputusan yang tepat.
Karena itu, peran guru dinilai sangat penting. Guru tidak hanya berfungsi sebagai pendidik dan pengajar, tetapi juga sebagai teladan, pembimbing, motivator, sekaligus penggiat P4GN di lingkungan sekolah.
Melalui workshop tersebut, para guru diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali potensi penyalahgunaan narkotika, melakukan deteksi dini, memberikan edukasi yang tepat kepada peserta didik, serta membangun lingkungan sekolah yang kondusif.
Mintje juga menekankan bahwa upaya P4GN tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Ia mengajak para guru untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan peserta didik serta menciptakan suasana sekolah yang positif dan inklusif. Pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis juga perlu dikedepankan terhadap peserta didik yang berisiko maupun yang membutuhkan pendampingan.
“Workshop ini jangan hanya menjadi kegiatan seremonial. Kami berharap ada komitmen dan langkah nyata yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing,” katanya.
Ia berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama workshop dapat diteruskan kepada rekan sejawat dan diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran maupun berbagai program sekolah.
Menurut Mintje, kepedulian seorang guru dapat memberikan dampak besar terhadap masa depan peserta didik.
“Satu informasi yang benar, satu nasihat yang tulus, dan satu tindakan kepedulian dari seorang guru dapat menjadi langkah penting dalam menyelamatkan masa depan seorang anak,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Mintje mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menjadikan sekolah sebagai benteng dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkotika.
“War on Drugs! Hidup Sehat Tanpa Narkoba! Bersama Kita Wujudkan Sekolah Bersinar, Bersih Narkoba,” pungkasnya.
Kegiatan workshop tersebut diharapkan dapat memperkuat peran aktif tenaga pendidik dalam pelaksanaan P4GN sekaligus mendorong terwujudnya generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter, berprestasi, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.(LM-03)











Discussion about this post