Berita Terkini Maluku
Sunday, January 4, 2026
  • Login
  • Berita
    • Maluku
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Wisata
No Result
View All Result
  • Berita
    • Maluku
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Wisata
No Result
View All Result
Berita Terkini Maluku
No Result
View All Result
Home Berita

Kerajaan Ternate dan Tidore, Pusat Penghasil Rempah-Rempah

Admin by Admin
June 10, 2020
in Berita, Daerah, Maluku
Kerajaan Ternate dan Tidore, Pusat Penghasil Rempah-Rempah

Lensa Maluku, – Kerajaan Ternate dan Tidora merupakan dua kerajaan besar yang terletak di Kepulauan Halmahera Maluku Utara.

Letak kedua kerajaan berada di Kepulauan Maluku merupakan menjadi sumber atau penghasil rempah-rempah Nusantara dan dunia.

RELATED POSTS

Peringatan Hari Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu ke-208: Upacara dan Tabur Bunga Berlangsung Khidmat

Lapas Wahai Siaga Bencana, Ribuan Tanaman Jagung Dilindungi dari Ancaman Angin Kencang

Sumber rempah-rempah tersebut mendorong bangsa-bangsa Eropa untuk menguasai.

Kerajaan Ternate dan Tidore memiliki peran yang menonjol dalam menghadapi kekuatan-kekuatan asing yang mencoba menguasai Malaku.

Sejarah Kerajaan Ternate da Tidore

Kerajaan Ternate atau dikenal Kerajaan Gapi dan Kerajaan Tidore berdiri pada abad ke-14.

Dalam buku Mengenal Kerajaan-Kerajaan Nusantara (2009) karya Deni Prasetyo, Kerajaan Ternate dan Tidore sangat terkenal dengan hasil rempah-rempahnya, seperti pala, lada, cengkeh dan sejenisnya.

Pada masa itu, rempah-rempah umumnya diperlukan bangsa-bangsa Eropa. Sehingga harganya cukup tinggi dan telah membuat makmur rakyat Maluku.

Pada pertengahan abad ke-15, kegiatan perdagangan rempah-rempah di Maluku semakin berkembang.

Banyak sekali pedagang Jawa, Melayu, Arab, dan China yang datang ke Maluku untuk membeli rempah-rempah.

Kedatangan mereka sebaliknya membawa beras, tenunan, perak, gading, dan barang-barang lainnya.

Kerajaan-kerajaan di Maluku sangat akrab menjalin hubungan ekonomi dengan pedagang Jawa.

Bahkan pedagang Maluku sering berkunjung ke Jawa dan sebaliknya pedagang Jawa sering datang ke Maluku untuk membeli rempah-rempah.

Hubungan tersebut berpengaruh terhadap proses penyebaran Islam di Kerajaan Ternate dan Tidore.

Agama Islam pertama kali masuk di kepulauan Maluku dibawa oleh pedagang-pedagang dari Malaka dan para mubaligh dari pulau Jawa.

Raja Ternate yang pertama kali menganut Islam adalah Zainal Abidin (1465-1486) yang
berganti nama menjadi Sultan Marhum.

Sementara Raja Tidore yang pertama kali masuk Islam adalah Ciriliyah yang kemudian berganti nama menjadi Sultan Jamaludin.

Kerajaan Ternate dan Tidore awalnya hidup berdampingan secara damai.

Berselisih

Ketika Kerajaan Ternate di bawah kekuasaan Sultan Ben Acorala dan Tidore di bawah kekuasaan Sultan Almancor menjadi kerajaan yang makmur dan kuat.

Mereka memiliki puluhan perahu yang digunakan untuk berperang dan mengawasi lautan yang menjadi wilayah dagangnya.

Perkembangan dan kemajuan kerajaan tersebut membuat perebutan pengaruh dan kekuasaan kedua wilayah.

Sehingga keduanya membentuk dua buah persekutuan yang bernama Uli Lima (persekutuan lima saudara) dan Uli Siwa (persekutuan sembilan saudara).

Uli Lima dipimpin oleh Kerajaan Ternate dengan membawahi Ambon, Bacan, Obi, dan Seram.

Sementara Uli Siwa dipimpin Kerajaan Tidora dengan membawahi Makean, Halmahera, Kai dan pulau-pulau lain hingga ke Papua bagian Barat.

Kedua persekutuan tersebut saling berselisih untuk menguasai perdagangan rempah-rempah.

Kedatangan bangsa Eropa

Perselisihan Kerajaan Ternate dan Tidore semakin panas dengan kedatangan bangsa-bangsa Eropa.

Dilansir situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Portugis merupakan negara Eropa pertama yang masuk ke Maluku pada 1512.

Portugis menjadikan Kerajaan Ternate sebagai sekutu dan membangun benteng Sao Paulo. Spanyol datang ke Maluku pada 1521 dan menjadikan Kerajaan Tidore menjadinya sekutunya.

Kedatangan mereka ke Maluku ingin menguasai dan memonopoli perdagangan rempah rempah di Maluku.

Adanya perselisihan atau konflik yang terjadi ada dua kerajaan mampu dimanfaatkan.

Kerajaan Ternate dan Tidore yang sedang berselisih. Mereka bahkan ikut campur dalam pemerintahan dalam negeri.

Tidak hanya itu, kedua negara Eropa tersebut juga menyebarkan agama Katolik. Persaingan antara Spanyol dan Portugis untuk mengusai Maluku mendorong dua bangsa ini untuk menyelesaikan konflik.

Untuk menyelesaikannya konflik yang terjadi diadakan perjanjian Saragosa pada 1529.

Hasil dari perjanjian teperjanjian tersebut adalah Spanyol harus meninggalkan Maluku dan akhirnya menguasai Filipina. Sementara Portugis tetap melakukan perdagangan di Maluku.

Menentang

Portugis yang ingin memonopoli perdagangan rempah-rempah ditentang oleh Kerajaan Ternate yang dipimpin Sultan Hairun (1550-1570).

Sultan Hairun yang diundang oleh Portugis untuk berdamai malah ditangkap sesampainya di benteng yang kemudian dibunuh.

Kondisi itu membuat kemarahan Sultan Baabullah, putra Sultan Hairun dan menimbulkan perlawanan.

Pada 1575, Sultan Baabullah mampu mengalahkan dan mengusir Portugis dari Ternate. Portugis kemudian pindah ke Ambon tapi tidak lama. Karena diserang oleh Kerajaan Tidore.

Akhirnya Portugis pindah ke Timor Timur (Timor Leste). Berakhirnya kekuasaan Portugis di Maluku membuat dua kerajaan mencapai puncak kejayaannya.

Kerajaan Ternate mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Sultan Baabulah. Sementara Kerajaan Tidore pada masa Sultan Nuku.

Namun kedua kerajaan tersebut masih terlibat perselisihan. Kondisi itu mampu dimanfaatkan oleh Belanda yang masuk pada 1605.  (***)

Admin

Admin

Related Posts

Peringatan Hari Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu ke-208: Upacara dan Tabur Bunga Berlangsung Khidmat

Peringatan Hari Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu ke-208: Upacara dan Tabur Bunga Berlangsung Khidmat

by Admin
January 2, 2026
0

Lensa Maluku,– Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu ke-208 yang berlangsung khidmat...

Lapas Wahai Siaga Bencana, Ribuan Tanaman Jagung Dilindungi dari Ancaman Angin Kencang

Lapas Wahai Siaga Bencana, Ribuan Tanaman Jagung Dilindungi dari Ancaman Angin Kencang

by Admin
January 2, 2026
0

Lensa Maluku,- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai tunjukkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem di lahan pertanian Lapas. Di...

Lapas Wahai Gelar Doa dan Muhasabah, Sambut Tahun 2026 dengan Semangat Perubahan Diri

Lapas Wahai Gelar Doa dan Muhasabah, Sambut Tahun 2026 dengan Semangat Perubahan Diri

by Admin
January 2, 2026
0

Lensa Maluku,– Awali tahun 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai gelar doa bersama dan muhasabah bersama Warga Binaan yang...

Asis Tomia Dilantik sebagai Penjabat Sekda Kabupaten Buru, Ini Harapan Bupati Ikram Umasugi

Asis Tomia Dilantik sebagai Penjabat Sekda Kabupaten Buru, Ini Harapan Bupati Ikram Umasugi

by Admin
January 1, 2026
0

Lensa Maluku, – Bupati Buru, Ikram Umasaugi secara resmi melantik dan mengambil sumpah Asis Tomia, S.STP sebagai Penjabat Sekretaris Daerah...

BNNK Buru Selatan Gelar Tes Urine Narkoba untuk Awak Kapal KM. Cantika Lestari 7A

BNNK Buru Selatan Gelar Tes Urine Narkoba untuk Awak Kapal KM. Cantika Lestari 7A

by Admin
January 1, 2026
0

Lensa Maluku,- Dalam upaya mendeteksi dini penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Badan Narkotika Nasional...

Next Post
Aktivitas Pendidikan Boleh Jalan Pada Wilayah Zona Hijau

Aktivitas Pendidikan Boleh Jalan Pada Wilayah Zona Hijau

18 Tenaga Medis RSUD Tulehu Positif Corona, Rs Ishak Umarela Tulehu ditutup sementara

18 Tenaga Medis RSUD Tulehu Positif Corona, Rs Ishak Umarela Tulehu ditutup sementara

Discussion about this post

RECOMMENDED

Peringatan Hari Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu ke-208: Upacara dan Tabur Bunga Berlangsung Khidmat

Peringatan Hari Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu ke-208: Upacara dan Tabur Bunga Berlangsung Khidmat

January 2, 2026
Lapas Wahai Siaga Bencana, Ribuan Tanaman Jagung Dilindungi dari Ancaman Angin Kencang

Lapas Wahai Siaga Bencana, Ribuan Tanaman Jagung Dilindungi dari Ancaman Angin Kencang

January 2, 2026

Berita Populer

  • BNRN Laksanakan Deklarasi Pembentukan Pengurus Program Makan Bergizi Di Namlea

    BNRN Laksanakan Deklarasi Pembentukan Pengurus Program Makan Bergizi Di Namlea

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPD Golkar Bursel Mengecam Keras Tindakan Pemukulan oleh ZT Kepada Korbid Kepartain Golkar Bursel, Polres di Minta Percepat Proses Hukum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Quick Count Pilkada Bursel Safitri – Hempri Unggul 36 Persen mengalahkan Dua Pesaingnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Temuan Belatung di MBG, Ketua BRNR Bursel Sudirman Buton Tegaskan Prosedur Keamanan dan Kebersihan MBG Jadi Prioritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oknum Tim Kampanye MANDAT Ketangkap Main Judi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Contact

© 2022 Lensamaluku.com

No Result
View All Result
  • Berita
    • Maluku
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Wisata

© 2022 Lensamaluku.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In