Lensa Maluku, – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Buru bersama Polsek Namlea dan Bhayangkari menggelar aksi berbagi takjil serta buka puasa bersama masyarakat di di Mapolsek Namlea, Kecamatan Namlea, Sabtu (28/2/2026).
Aksi turun langsung ke jalan membagikan ratusan paket takjil menjadi simbol kehadiran nyata organisasi pemuda dan institusi kepolisian di ruang publik.
Paket takjil yang dibagikan berisi kurma, air mineral, roti, serta aneka makanan ringan.
Sasaran utama penerima takjil adalah pengendara roda dua dan roda empat yang melintas, serta warga sekitar yang tengah bersiap berbuka puasa.
Ketua KNPI Kabupaten Buru Abdullah Umar menegaskan, Ramadan harus menjadi momentum konsolidasi moral dan sosial generasi muda.
“Berbagi itu bukan soal besar kecilnya, tapi tentang kepedulian. Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton. Kami harus hadir, memberi solusi, dan membangun kebersamaan,” tegasnya.
Sementara Kapolsek Namlea Iptu Charles Langitan SH MH menekankan kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri.
Menurutnya, menjaga keamanan tidak cukup hanya dengan patroli dan penegakan hukum, tetapi juga dengan membangun kedekatan emosional bersama masyarakat.
“Kepercayaan publik lahir dari interaksi yang tulus. Ramadan menjadi ruang yang tepat untuk memperkuat hubungan itu. Polri hadir tidak hanya dalam situasi genting, tetapi juga dalam momen sosial seperti ini,” ujarnya.
Berbagi takjil bersama bukan hanya sekadar kegiatan sosial. Aksi ini menjadi pesan kuat bahwa sinergi adalah kunci membangun Buru.
Di tengah tantangan zaman, kolaborasi seperti itu diharapkan tidak berhenti pada Ramadan, tetapi akan berlanjut dalam program nyata yang menyentuh kebutuhan rakyat.
Ramadan mengajarkan arti berbagi. KNPI, Polsek Namlea, dan Bhayangkari menunjukkan bahwa kepedulian bukan wacana, melainkan tindakan. Dan dari Namlea, pesan itu menggema: kebersamaan adalah fondasi Maluku yang lebih kuat.
Buka puasa bersama yang digelar usai pembagian takjil turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah dan tokoh masyarakat.
Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan harmoni antara pemuda, aparat, dan masyarakat.(LM-04)









Discussion about this post