Lensa Maluku – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maluku menggelar rapat konsolidasi untuk mematangkan agenda pengukuhan kepengurusan dan pelaksanaan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) partai, Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan buka puasa bersama serta pembagian takjil kepada masyarakat di sekitar Sekretariat DPW PKB Maluku. Jumat, 27/02/2026.
Rapat yang dipimpin langsung Ketua PKB Maluku Basri Damis terlihat berlangsung dalam suasana kebersamaan dan penuh kekeluargaan itu dihadiri jajaran pengurus DPW, perwakilan DPC, badan otonom partai, serta kader dan simpatisan. Forum tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi dan memperkuat soliditas internal menjelang agenda strategis partai.
Ketua DPW PKB Maluku, dalam arahannya menegaskan bahwa pengukuhan kepengurusan dan Muskerwil bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan bagian dari langkah konsolidasi menyeluruh guna memastikan struktur partai berjalan efektif, terukur, dan selaras dengan target politik yang telah ditetapkan.
Di Sekretariat DPW PKB Maluku, kepada media Basri Damis menyampaikan bahwa nantinya ada tiga agenda penting yang akan kami laksanakan pada tanggal 31 Maret 2026, yakni Pengukuhan Pengurus DPW PKB Maluku, Orientasi Politik kepada pengurus yang baru dan Musyawarah Kerja Wilayah, kegiatan tersebut akan dihadiri oleh pejabat dari DPP PKB, diantaranya Wakil Ketua MPR RI yang juga sebagai Ketua Fraksi PKB di DPR RI, Dr. H. Jazilul Fawaid saat ini aktif sebagai anggota banggar di senayan dan Wakil Sekjen Ahmad Fauzi. Tegas Ketua PKB
“Pengukuhan kepengurusan adalah bentuk penegasan komitmen dan tanggung jawab kader dalam menjalankan roda organisasi. Sementara Muskerwil menjadi ruang strategis untuk merumuskan program kerja, menyamakan arah perjuangan, serta memperkuat strategi politik ke depan,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, sejumlah agenda teknis dan substansi dibahas secara mendalam, mulai dari kesiapan struktur hingga ke tingkat kabupaten/kota, penyusunan program prioritas, hingga strategi penguatan basis konstituen. DPW PKB Maluku menekankan pentingnya kerja kolektif dan disiplin organisasi agar seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal dan mekanisme partai.
Basri juga mengingatkan bahwa konsolidasi internal merupakan fondasi utama dalam menghadapi dinamika politik daerah maupun nasional. Menurutnya, soliditas kader dan efektivitas mesin partai akan menjadi faktor penentu dalam mencapai target politik secara realistis dan bertanggung jawab.
“Target politik harus disertai kerja nyata dan perencanaan yang matang. Kita tidak boleh hanya mengandalkan momentum, tetapi harus membangun sistem yang kuat dan berkelanjutan.
Meningkatkan Perolehan Kursi di Legislatif
DPW PKB Maluku memiliki target untuk memperkuat posisi politiknya di parlemen, baik di tingkat daerah maupun nasional dengan berupaya memenangkan kursi DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku, termasuk berusaha merebut kembali kursi DPR RI yang hilang pada Pemilu sebelumnya.
Konsolidasi Penguatan Partai
Memastikan anggota PKB di DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota bekerja efektif dan siap meningkatkan perolehan kursi pada Pemilu 2029. Sehingga pada tahun 2026 adalah tahun konsolidasi terutama Pembentukan struktur DPC di 11 kota yang akan melakukan musyawarah cabang di bulan April serta penguatan struktur di tingkat kecamatan dan desa.
Menyiapkan Strategi Jangka Panjang Menuju Pemilu 2029
PKB Maluku secara aktif merancang strategi politik sejak awal, termasuk konsolidasi internal, pembekalan kader, dan peningkatan manajemen partai, untuk menghadapi Pemilu 2029 dengan lebih matang.
Membangun Citra Partai yang Modern, Inklusif, dan Terbuka
Ketua DPW PKB Maluku menegaskan bahwa partai bergerak sebagai kekuatan politik modern yang inklusif, menjunjung keberagaman, serta siap menjadi representasi aspirasi masyarakat Maluku dalam bingkai demokrasi dan kesejahteraan rakyat.
Penguatan Struktur dan Kaderisasi
Partai menargetkan penguatan struktur melalui pendidikan kader, konsolidasi di tingkat DPC se-Maluku, dan persiapan kader yang kompeten untuk posisi strategis di masa depan.
Selain agenda internal, DPW PKB Maluku memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan buka puasa bersama dan pembagian takjil di sejumlah titik strategis. Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung oleh jajaran pengurus dan melibatkan kader dari berbagai tingkatan.
Pembagian takjil disambut positif oleh masyarakat yang melintas. Warga menilai kehadiran kader partai di tengah masyarakat, terutama dalam momen keagamaan, menjadi bentuk kepedulian sekaligus mempererat hubungan emosional antara partai dan konstituen.
Menurut Basri, kegiatan sosial seperti ini merupakan wujud nyata komitmen PKB untuk terus hadir dan berkontribusi bagi masyarakat, tidak hanya dalam konteks politik, tetapi juga dalam aspek sosial dan kemasyarakatan.
“Ramadan adalah momentum memperkuat kebersamaan. Politik harus dijalankan dengan nilai kemanusiaan dan kepedulian. Karena itu, kerja-kerja partai harus berdampak langsung bagi rakyat,” katanya.
DPW PKB Maluku menargetkan seluruh rangkaian pengukuhan dan Muskerwil dapat terlaksana sesuai jadwal dan menghasilkan keputusan strategis yang memperkuat peran partai di daerah. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas organisasi, penguatan kaderisasi, serta penyusunan program yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat Maluku.
Terkait Pembangunan Infrastruktur Partai tentunya sudah menjadi fokus utama dengan pembangunan struktur di seluruh tingkat kecamatan dan desa dan saat ini sudah tersedia infrastruktur di 119 kecamatan dan akan diperkuat di 1200 desa”. Tutup Ketua (LM-10).











Discussion about this post