Lensa Maluku,— Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Iqra Buru (FPIK Uniqbu) dan Dinas Perikanan menandatangani Perjanjian Kerja Sama untuk mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Buru.
Penandatanganan kerjasama di bidang perikanan dan kelautan itu berlangsung di ruang kerja Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buru Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut diawali dengan diskusi bersama mengenai berbagai peluang dan bentuk implementasi kerja sama yang dapat dilakukan secara konkret untuk mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Buru.
Dari pihak FPIK Uniqbu hadir Dekan FPIK Uniqbu Samsia Umasugi, S.Pi., M.Si., Wakil Dekan Dr. Muhammad Ikbal Zakariah, S.Pi., M.Si., Ketua Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fahri Aulia, S.Pi., M.Si., serta Ketua Program Studi Budidaya Perairan Yasir Norau, S.Pi., M.Si.
Dari Dinas Perikanan Kabupaten Buru hadir Masruhin Soumena, S.Pi., selaku Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buru, dan Babang I. Lating, S.Pi., selaku Plt. Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Buru.
Dalam diskusi tersebut, Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buru, Masruhin Soumena, S.Pi., menyampaikan bahwa kerja sama dengan FPIK Uniqbu memiliki arti penting dalam mendukung pelaksanaan berbagai program pembangunan perikanan di daerah.
Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi tidak hanya dibutuhkan dalam aspek penelitian, tetapi juga diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mensosialisasikan berbagai program Dinas Perikanan kepada mahasiswa dan masyarakat melalui agenda-agenda akademik maupun kegiatan kampus.
“Kerja sama ini sangat penting. Kami berharap pihak kampus, dalam hal ini FPIK Uniqbu, dapat membantu menyosialisasikan program-program Dinas Perikanan melalui berbagai agenda kegiatan kampus dan juga dapat terlibat secara langsung dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Perikanan,” ujar Masruhin.
Ia mencontohkan salah satu bentuk keterlibatan tersebut adalah keikutsertaan akademisi FPIK Uniqbu dalam kegiatan Dinas Perikanan, termasuk menjadi juri dalam kegiatan lomba masak serba ikan yang merupakan salah satu bentuk promosi konsumsi dan pemanfaatan produk perikanan.
Sementara itu Plt. Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Buru, Babang I. Lating, S.Pi., menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menyediakan data dan informasi ilmiah yang dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan perikanan.
Salah satu penelitian yang diharapkan dapat dilakukan oleh FPIK Uniqbu adalah kajian mengenai Nilai Tukar Nelayan (NTN) dan Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPI).
Menurut Babang, NTN dan NTPI penting untuk dikaji secara berkala karena dapat menjadi salah satu indikator ekonomi dalam melihat tingkat kesejahteraan, daya beli, serta kondisi usaha masyarakat yang bergerak di sektor kelautan dan perikanan Kabupaten Buru.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa profil perikanan Kabupaten Buru hingga saat ini belum diperbarui secara optimal, salah satunya karena keterbatasan anggaran.
Kondisi tersebut menjadi peluang bagi perguruan tinggi untuk mengambil peran melalui penelitian, pengumpulan data lapangan, analisis, dan penyusunan informasi perikanan yang lebih aktual.
Menanggapi hal tersebut, Dekan FPIK Uniqbu Samsia Umasugi, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa FPIK Uniqbu selama ini telah melaksanakan berbagai penelitian yang berkaitan dengan sektor perikanan di Kabupaten Buru, baik pada bidang budidaya perairan maupun penangkapan ikan.
Hasil-hasil penelitian tersebut, menurutnya, akan terus didorong agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk menjadi bahan informasi dan rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan perikanan.
Salah satu potensi yang menjadi perhatian FPIK Uniqbu adalah pengembangan komoditas rumput laut.
Samsia menyampaikan bahwa hasil kajian yang telah dilakukan menunjukkan adanya beberapa jenis rumput laut yang berpotensi dikembangkan di Kabupaten Buru, tidak hanya terbatas pada jenis Eucheuma cottonii yang selama ini banyak dikembangkan.
“FPIK Uniqbu siap berkolaborasi dengan Dinas Perikanan untuk mengembangkan potensi perikanan yang ada di Kabupaten Buru. Hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan akan kami dorong agar dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam pengembangan sektor perikanan,” jelas Samsia.
Senada dengan itu, Wakil Dekan FPIK Uniqbu Dr. Muhammad Ikbal Zakariah, S.Pi., M.Si., menegaskan kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah perlu diarahkan pada kolaborasi penelitian yang berkelanjutan dan berbasis pada persoalan nyata di lapangan.
Salah satu isu yang perlu mendapat perhatian adalah kondisi sumber daya perikanan di wilayah Teluk Kaiely, terutama berkaitan dengan perubahan lingkungan dan dampaknya terhadap biota serta aktivitas perikanan masyarakat.
“Perlu dilakukan penelitian secara berkelanjutan, khususnya untuk melihat dampak aktivitas pertambangan emas terhadap biota laut dan sumber daya perikanan di wilayah perairan Teluk Kaiely. Kajian tersebut penting agar kita memiliki data ilmiah yang dapat menggambarkan kondisi ekosistem dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat nelayan,” ungkapnya.
Selain aspek lingkungan, Dr. Muhammad Ikbal juga menyoroti pentingnya pembenahan dan pemutakhiran data potensi perikanan Kabupaten Buru.
Menurutnya, data perikanan yang akurat dan menggambarkan kondisi riil di lapangan merupakan salah satu modal penting dalam membangun sektor perikanan yang lebih maju.
Data tersebut tidak hanya diperlukan untuk kepentingan pemerintah dalam menyusun kebijakan, tetapi juga dapat menjadi informasi strategis dalam menarik minat investor untuk berinvestasi di sektor kelautan dan perikanan Kabupaten Buru.
“Kalau kita ingin menarik investor, salah satu yang harus kita siapkan adalah data potensi perikanan yang akurat, mutakhir dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Karena itu, kerja sama ini harus menghasilkan data dan informasi yang benar-benar dapat digunakan untuk pembangunan daerah,” ujarnya.
Kerja sama antara FPIK Uniqbu dan Dinas Perikanan Kabupaten Buru diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi berlanjut dalam bentuk program kerja nyata, seperti penelitian bersama, pengembangan inovasi teknologi perikanan, penguatan data dan informasi perikanan, pemberdayaan nelayan dan pembudidaya ikan, pengembangan komoditas unggulan, pengolahan hasil perikanan, kegiatan mahasiswa, serta penyusunan rekomendasi kebijakan pembangunan perikanan.
Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah awal untuk mempertemukan kekuatan akademik dan riset FPIK Uniqbu dengan pengalaman serta kewenangan teknis Dinas Perikanan Kabupaten Buru, sehingga pembangunan sektor kelautan dan perikanan dapat dilakukan secara lebih terarah, berbasis data, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, kedua pihak berkomitmen menjadikan sektor kelautan dan perikanan bukan hanya sebagai sektor ekonomi, tetapi juga sebagai ruang pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan bagi Kabupaten Buru.(LM-03)










Discussion about this post