Lensa Maluku – Dugaan praktik penipuan berkedok proyek kembali mencuat di Kota Ambon. Seorang pemuda asal Saparua, Maluku Tengah, bernama Sula, dilaporkan kerap menghindar setelah menerima pinjaman uang dari korban, Fadil Hatala, dengan dalih pekerjaan proyek yang belakangan diketahui tidak pernah ada.
Kepada media LensaMaluku Fadil Hatala mengungkapkan, awalnya ia percaya pada alasan yang disampaikan Sula yang mengaku membutuhkan dana untuk pekerjaan proyek talud di kawasan Batu Merah. Dengan keyakinan bahwa proyek tersebut nyata dan akan segera berjalan, Fadil pun memberikan pinjaman sejumlah uang, 14/04/2026.
Namun, kecurigaan mulai muncul ketika tidak ada perkembangan pekerjaan sebagaimana dijanjikan. Setelah melakukan pengecekan langsung di lokasi yang disebutkan, Fadil justru menemukan fakta mencengangkan, tidak pernah ada proyek talud di kawasan Batu Merah sebagaimana yang diklaim oleh Sula.
“Awalnya dia bilang ada proyek talud di Batu Merah, kota ambon. Tapi setelah saya cek sendiri, ternyata tidak ada proyek apa pun di sana. Saya merasa ditipu,” ungkap Fadil dengan nada kecewa.
Lebih lanjut, Fadil menuturkan bahwa sejak saat itu, Sula, Warga Saparua berdarah cina tersebut mulai sulit dihubungi. Bahkan, yang bersangkutan disebut kerap menghilang dari kediamannya di kawasan Poka–Rumah Tiga. Upaya komunikasi melalui keluarga pun tidak membuahkan hasil, karena pihak keluarga mengaku tidak mengetahui keberadaan Sula.
Kasus ini menambah daftar panjang dugaan penipuan dengan modus proyek fiktif yang menyasar kepercayaan masyarakat. Praktik seperti ini dinilai sangat merugikan, tidak hanya secara materi, tetapi juga merusak hubungan sosial dan kepercayaan antarwarga.
Pengamat sosial di Ambon menilai, kasus ini harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Selain menindak pelaku, perlu juga dilakukan edukasi kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memberikan pinjaman, terlebih jika berkaitan dengan proyek yang belum memiliki kejelasan legal maupun fisik di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, Sula belum berhasil dikonfirmasi terkait tuduhan tersebut. Keberadaannya masih belum diketahui, sementara korban berharap ada itikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini secara terbuka dan bertanggung jawab.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk tidak mudah percaya pada klaim proyek tanpa bukti yang jelas. Transparansi, verifikasi, dan kehati-hatian menjadi kunci utama agar tidak terjebak dalam modus serupa di kemudian hari, (LM-10).











Discussion about this post