Lensa Maluku – Kepedulian terhadap warga yang menjadi korban musibah kebakaran di Negeri Batu Merah, Kota Ambon, tidak berhenti pada pernyataan atau simpati semata. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maluku turun langsung ke tengah masyarakat dengan menyalurkan bantuan kebutuhan pangan bagi warga terdampak.
Aksi kemanusiaan tersebut berlangsung di Posko Pemerintah Negeri Batu Merah yang berlokasi di Kantor Negeri Batu Merah, Jumat (29/8/2026), sekitar pukul 16.00 WIT.
Penyaluran bantuan dipimpin langsung Anggota DPR RI Saadia Uluputty. Ia hadir bersama Ketua DPW PKS Maluku Fachry Husni Alkatiri, Sekretaris Umum DPW PKS Maluku Jalil Renyaan, serta jajaran PKS Kota Ambon.
Rombongan juga didampingi Ketua DPD PKS Kota Ambon Malik Raudhi Tuasamu dan Anggota DPRD Kota Ambon Milati Ibrahim.
Kehadiran jajaran PKS di posko pengungsian tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak cukup hanya disampaikan melalui ucapan. Dalam kondisi masyarakat sedang menghadapi kehilangan dan ketidakpastian, kehadiran langsung serta bantuan kebutuhan dasar menjadi bentuk dukungan yang dapat dirasakan warga.
Bantuan yang dibawa PKS Maluku berupa sejumlah kebutuhan pangan, di antaranya beras, Sarimi, minyak kelapa, roti kemasan, gula dan kopi.
Bantuan tersebut diserahkan langsung di Posko Pemerintah Negeri Batu Merah untuk selanjutnya dikelola dan disalurkan sesuai kebutuhan warga terdampak.
Secara simbolis, bantuan diterima oleh Raja Negeri Batu Merah bersama perwakilan korban kebakaran.
Prosesi penyerahan berlangsung sederhana. Namun, di tengah kondisi warga yang sedang menghadapi dampak musibah, kehadiran tersebut memiliki makna tersendiri.
Bantuan pangan menjadi bagian dari upaya meringankan kebutuhan dasar warga selama berada di posko dan menjalani masa tanggap darurat.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, musibah kebakaran berdampak terhadap enam rumah dan kos-kosan. Sebanyak 34 kepala keluarga atau 81 jiwa tercatat menjadi korban terdampak.
Angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi warga bukan perkara kecil. Kebakaran tidak hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga mengganggu aktivitas dan kehidupan keluarga yang kehilangan atau mengalami kerusakan tempat tinggal.
Bagi korban, kebutuhan mendesak tidak berhenti pada saat api berhasil dipadamkan. Setelah kondisi darurat teratasi, masyarakat masih harus menghadapi persoalan tempat tinggal, pakaian, perlengkapan rumah tangga, kebutuhan makanan, pendidikan anak hingga pemulihan ekonomi keluarga.
Karena itu, penanganan korban kebakaran membutuhkan perhatian secara berkelanjutan. Bantuan awal memang penting, tetapi proses pemulihan juga harus menjadi perhatian seluruh pihak.
Kehadiran Saadia Uluputty bersama jajaran PKS Maluku menjadi bagian dari bentuk dukungan langsung kepada masyarakat Batu Merah.
Sebagai Anggota DPR RI, kehadiran Saadia di lokasi juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat terdampak, bukan hanya menerima laporan dari pihak lain.
Kondisi di lapangan penting menjadi perhatian karena kebutuhan korban bencana dapat berubah seiring berjalannya waktu. Kebutuhan yang mendesak pada hari pertama belum tentu sama dengan kebutuhan pada tahap pemulihan.
Di sisi lain, kehadiran jajaran PKS dari tingkat pusat, provinsi hingga Kota Ambon memperlihatkan adanya keterlibatan berjenjang dalam kegiatan sosial tersebut.
Saadia Uluputty hadir bersama jajaran DPW PKS Maluku, DPD PKS Kota Ambon dan Anggota DPRD Kota Ambon. Mereka tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
Bagi keluarga korban kebakaran, kehilangan tempat tinggal maupun barang-barang kebutuhan sehari-hari merupakan beban yang tidak mudah.
Karena itu, dukungan dari berbagai pihak, sekecil apa pun bentuknya, dapat membantu meringankan tekanan yang mereka hadapi.
Beras dan kebutuhan pangan lainnya yang disalurkan PKS Maluku merupakan kebutuhan yang dapat langsung dimanfaatkan warga. Bantuan tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat selama berada di posko maupun dalam masa tanggap darurat.
Namun, bantuan pangan tidak boleh dipandang sebagai akhir dari penanganan bencana.
Korban masih membutuhkan pendampingan dan perhatian dalam proses pemulihan. Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan pendataan korban dilakukan secara akurat, sehingga kebutuhan masing-masing keluarga dapat diketahui dan ditangani sesuai kondisi.
Masa tanggap darurat memang memiliki batas waktu, tetapi kebutuhan korban dapat berlangsung jauh lebih panjang. Pemulihan tempat tinggal, penggantian perlengkapan rumah tangga, keberlanjutan pendidikan anak dan pemulihan ekonomi keluarga membutuhkan proses yang tidak singkat.
Karena itu, solidaritas terhadap korban kebakaran Batu Merah harus dijaga hingga masyarakat benar-benar mampu kembali menjalani kehidupan secara normal.
PKS Tunjukkan Aksi di Lapangan
Penyaluran bantuan PKS Maluku di Posko Pemerintah Negeri Batu Merah menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan partai politik dalam merespons persoalan kemanusiaan.
Kehadiran Saadia Uluputty bersama Fachry Husni Alkatiri, Jalil Renyaan, Malik Raudhi Tuasamu, Milati Ibrahim dan jajaran PKS Kota Ambon menunjukkan bahwa kepedulian terhadap korban bencana dapat dilakukan melalui tindakan langsung.
Apa yang dilakukan PKS Maluku setidaknya menjadi bagian dari gerakan solidaritas untuk meringankan beban warga terdampak.
Selanjutnya, perhatian terhadap korban diharapkan tidak berhenti pada satu kali penyaluran bantuan. Koordinasi antara pemerintah negeri, pemerintah daerah dan seluruh pihak yang ingin membantu harus terus diperkuat agar kebutuhan masyarakat dapat dipetakan dan ditangani secara tepat.
Bantuan mungkin tidak dapat mengembalikan seluruh yang telah hilang. Tetapi kepedulian yang hadir pada saat masyarakat membutuhkan merupakan langkah penting untuk membantu korban bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.
(LM-10).









Discussion about this post