Lensa Maluku, – Bupati Buru Selatan, La Hamidi, SH, mengajak para pemimpin gereja menjadikan revitalisasi rohani sebagai momentum untuk memperbarui semangat pelayanan, memperkuat keteladanan dan menjaga harmoni di tengah masyarakat.
Pesan itu disampaikan La Hamidi saat menghadiri kegiatan Revitalisasi Pemimpin Gereja di Bumi Lolik Lalen Fedak Fena, Kabupaten Buru Selatan.
Menurut La Hamidi, revitalisasi bukan sekadar agenda organisasi, tetapi kesempatan untuk berhenti sejenak, mengevaluasi pelayanan dan kembali melihat kebutuhan jemaat serta masyarakat.
“Revitalisasi berarti menghidupkan kembali. Kita saling mengingatkan, saling menguatkan, dan bersama-sama memperbaiki apa yang masih perlu diperbaiki demi kemajuan pelayanan,” ujar La Hamidi.
Ia menegaskan, kekuatan gereja tidak hanya terlihat dari bangunan fisik, tetapi dari kualitas iman jemaat, keteladanan pemimpin dan kepedulian terhadap sesama.
“Gereja yang kuat adalah gereja yang memiliki visi yang jelas dan mampu menghidupinya dalam tindakan nyata,” tegasnya.
La Hamidi juga menilai pembangunan daerah membutuhkan lebih dari sekadar infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Fondasi moral dan spiritual diperlukan untuk membentuk masyarakat yang berkarakter, toleran dan peduli terhadap sesama.
Kehadiran pemerintah dalam kegiatan keagamaan tersebut mendapat apresiasi dari para pemimpin jemaat. Mereka berharap komunikasi dan sinergi antara pemerintah, gereja dan masyarakat terus diperkuat.
Bagi Buru Selatan, kolaborasi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga persaudaraan dan menciptakan kehidupan sosial yang aman, damai dan harmonis.
La Hamidi berharap revitalisasi tidak berhenti sebagai pertemuan, tetapi melahirkan semangat baru yang diwujudkan melalui pelayanan nyata bagi jemaat dan masyarakat.(LM-03)









Discussion about this post