Lensa Maluku – Kepedulian terhadap penguatan ekonomi masyarakat tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang menyentuh kebutuhan rakyat. Semangat tersebut menjadi salah satu alasan Lembaga Kajian Kebijakan Publik (LKKP) Maluku memberikan pandangan positif terhadap pembangunan garasi atau fasilitas parkir di kawasan Sungai Waitomu, Kota Ambon, yang dinilai berpotensi memberikan manfaat bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Jumat, 23/10/2026.
Direktur LKKP Maluku, Wawan Tomson, menegaskan bahwa pembangunan tersebut patut dilihat dari sisi manfaatnya bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi rakyat, membantu penataan kawasan perkotaan, serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih tertata dan bersih.
Menurutnya, keterlibatan TNI dalam kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat merupakan gambaran pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga mencerminkan semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Sebagai Direktur LKKP Maluku, saya menilai pembangunan fasilitas parkir di kawasan Sungai Waitomu ini merupakan langkah strategis apabila dilihat dari aspek kebutuhan dan manfaatnya bagi kepentingan publik. Kita harus melihat persoalan ini secara objektif, terutama dari sisi manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” tegas Tomson kepada media ini.
Ia menilai, kawasan tersebut membutuhkan perhatian dalam aspek penataan lingkungan. Karena itu, langkah yang dilakukan Pangdam melalui jajaran TNI, menurutnya, perlu dilihat sebagai bagian dari upaya menghadirkan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, sekaligus mendukung pemerintah daerah dalam menciptakan wajah Kota Ambon yang lebih tertata.
Tomson menekankan bahwa dukungan terhadap suatu kebijakan tidak seharusnya hanya didasarkan pada siapa yang melaksanakan pembangunan, melainkan perlu mempertimbangkan tujuan, kebutuhan, dan manfaat yang hendak dicapai.
“Bagi saya, yang paling penting adalah niat baik dan manfaat dari pekerjaan tersebut. Jika pembangunan ini benar-benar dapat membantu masyarakat, terutama pelaku UMKM, serta mendukung penataan kota, maka hal itu patut kita dukung secara positif, buat apa kita selalu sudut pihak TNI, kalau pembangunan ini sudah jadi kepentingannya pasti juga ke publik,”. Ujar Tomson.
Sementara itu terkait munculnya sorotan dan kekhawatiran sebagian pihak mengenai pembangunan di kawasan aliran sungai, Tomson mengingatkan agar pembahasan dilakukan secara proporsional, berdasarkan fakta lapangan, serta mempertimbangkan seluruh aspek yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, kritik terhadap pembangunan hendaknya disertai kajian yang memadai agar tidak menimbulkan kesimpulan yang terburu-buru sebelum seluruh aspek teknis dan manfaatnya dipahami secara utuh.
Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatannya di lapangan, terdapat masyarakat yang mengharapkan kawasan tersebut dapat ditata dengan lebih baik.
“Setelah melihat kondisi di lapangan, saya menilai ada harapan masyarakat agar kawasan ini menjadi lebih tertata dan rapi,” katanya
Bagi LKKP Maluku, pembangunan fasilitas pendukung aktivitas ekonomi masyarakat merupakan hal yang penting. UMKM bukan sekadar usaha berskala kecil, melainkan salah satu penopang ekonomi keluarga, penyedia lapangan kerja, serta penggerak perputaran uang di lingkungan masyarakat.
“Jadi kebijakan pak Pangdam XV/ Pattimura Ambon merupakan wujud nyata dalam membantu pemerintah kota membangun Kota Ambon, sekalipun itu melalui pembangunan areal parkiran” tutupnya.(LM-10).









Discussion about this post