Lensa Maluku, — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buru Selatan memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui Workshop Penggiat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan kerja, yang berlangsung di Kafe Ulathaha, Namrole, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan ini menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen, khususnya instansi pemerintah dan aparatur sipil, dalam membangun lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.
Kepala BNNK Buru Selatan, Mintje Jacoba, S.H., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan ancaman serius yang tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga kehidupan sosial dan produktivitas masyarakat.
Menurutnya, upaya memerangi narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada BNN. Diperlukan dukungan, kepedulian, serta keterlibatan aktif seluruh unsur masyarakat, termasuk instansi pemerintah.
“Lingkungan kerja yang sehat, aman, produktif, dan bebas penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” demikian penekanan dalam sambutannya.
Ia menilai, lingkungan kerja memiliki peran penting dalam membangun budaya hidup sehat, kedisiplinan, dan integritas. Karena itu, setiap instansi perlu memperkuat komitmen pencegahan narkoba melalui edukasi, sosialisasi, serta langkah nyata yang berkelanjutan.
Mintje berharap workshop tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan rencana aksi P4GN yang dapat diterapkan di masing-masing instansi.
Para penggiat P4GN diharapkan menjadi penggerak pencegahan, penyampai informasi yang benar mengenai bahaya narkoba, serta mitra strategis dalam membangun lingkungan kerja yang tanggap terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika.
Langkah pencegahan dapat dilakukan melalui sosialisasi bahaya narkoba, penyebarluasan informasi dan edukasi, penguatan komitmen bersama, serta pelaksanaan program pencegahan sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk itu, sinergi antara BNNK Buru Selatan, instansi pemerintah, pimpinan unit kerja, dan seluruh pegawai dinilai penting agar upaya pencegahan narkoba berjalan terencana, terpadu, dan berkesinambungan.
Workshop tersebut menghadirkan IPTU Chris Nikijuluw, S.Sos., M.H., yang mewakili Kapolres Buru Selatan, dengan materi mengenai aspek hukum P4GN.
Sementara itu, Dokter Irin H. Sanusi menyampaikan materi tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja melalui pendekatan kesehatan dan promosi hidup sehat.
Kedua materi tersebut memberikan perspektif mengenai pentingnya pencegahan narkoba dari sisi hukum dan kesehatan. Pemahaman ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk mengambil peran aktif dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan bebas narkoba.
Kepala BNNK Buru Selatan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut serta para narasumber yang berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada peserta.
Melalui workshop ini, BNNK Buru Selatan berharap penggiat P4GN mampu menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, menjaga produktivitas aparatur, dan memperkuat integritas pelayanan publik.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan Salam Sehat Tanpa Narkoba dan War on Drugs for Humanity, sebagai pengingat bahwa perang melawan narkoba membutuhkan komitmen bersama demi melindungi masyarakat dan masa depan generasi bangsa.(LM-03)









Discussion about this post