Lensa Maluku – Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Umar Lessy, mulai mengonsolidasikan kekuatan politik partai berlambang pohon beringin itu untuk menghadapi Pemilu 2029. Mengembalikan kejayaan Golkar di Maluku, merebut kembali kursi DPR RI, sekaligus mengembalikan posisi pimpinan DPRD Provinsi Maluku menjadi agenda utama kepemimpinan baru di bawah komandonya.
Langkah tersebut bukan sekadar target politik, melainkan pekerjaan besar yang harus dijawab melalui pembenahan organisasi, penguatan kaderisasi, serta membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap Partai Golkar.
Salah satu strategi yang mulai didorong adalah memperkuat peran generasi muda melalui pendidikan dan kaderisasi politik. Golkar Maluku menyadari, kekuatan partai tidak cukup dibangun melalui struktur kepengurusan, tetapi harus ditopang kader yang memiliki kapasitas, integritas, militansi, dan kemampuan menjawab persoalan masyarakat.
Komitmen itu ditegaskan Umar Lessy saat menghadiri Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kader Muda sekaligus Pengukuhan Pengurus Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Maluku di Grand Avira Hotel Ambon, Jumat (6/11/2026).
Mengusung tema Young Leaders, New Energy, kegiatan tersebut diarahkan untuk melahirkan pemimpin muda yang memiliki karakter, wawasan politik, serta kesiapan menghadapi tantangan demokrasi dan kompetisi politik ke depan.
Lessy menegaskan, penguatan kader muda merupakan bagian penting dari strategi besar Golkar Maluku dalam mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029.
“Ini menjadi komitmen bersama dan target pada Pemilu 2029 mendatang,” tegas Lessy.
Menurutnya, AMPG tidak boleh hanya menjadi organisasi pelengkap dalam tubuh partai. Organisasi sayap tersebut harus tampil sebagai kekuatan strategis yang mampu menggerakkan konsolidasi, memperluas jaringan politik, serta menyiapkan regenerasi kepemimpinan Golkar.
Ia juga berharap pendidikan kader muda tidak berhenti di tingkat provinsi, tetapi diperluas hingga seluruh kabupaten dan kota di Maluku. Dengan demikian, proses kaderisasi dapat berjalan secara berjenjang dan menghasilkan sumber daya manusia politik yang berkualitas.
Kursi Senayan dan Pimpinan DPRD Jadi Pekerjaan Rumah
Di balik optimisme membangun kekuatan baru, Umar Lessy tidak menutup mata terhadap kenyataan politik yang dihadapi Golkar Maluku. Hilangnya keterwakilan partai di DPR RI selama dua periode terakhir menjadi catatan serius sekaligus pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Kondisi tersebut menjadi momentum bagi kepengurusan baru untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kekuatan organisasi, pola komunikasi politik, hingga strategi pemenangan pemilu.
Lessy menegaskan, merebut kembali kursi DPR RI bukan semata-mata tanggung jawab calon anggota legislatif. Target itu merupakan tanggung jawab kolektif seluruh kader, pengurus, dan elemen partai.
Baginya, Golkar harus kembali hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika momentum pemilu tiba. Kader dituntut menjadi problem solver, memahami kebutuhan rakyat, serta menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan sosial, ekonomi, dan pembangunan di Maluku.
Umar Lessy Tegaskan Konsolidasi Satu Komando
Komitmen membangun kembali kekuatan Golkar Maluku juga disampaikan Lessy dalam pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Maluku periode 2026–2031 oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, di Hotel Santika Ambon, Sabtu (7/11/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Umar Lessy resmi memimpin DPD Golkar Maluku, didampingi Anos Yeremias sebagai Sekretaris, bersama seluruh jajaran pengurus.
Di hadapan kader dan pengurus yang dilantik, Lessy secara terbuka mengakui bahwa kehilangan kursi DPR RI dan posisi pimpinan DPRD Provinsi Maluku merupakan persoalan serius yang harus menjadi bahan perenungan sekaligus evaluasi organisasi.
Ia menyerukan agar seluruh kekuatan partai bekerja maksimal untuk merebut kembali posisi politik yang pernah menjadi bagian dari kejayaan Golkar di Maluku.
“Rebut kembali pimpinan dewan dan kursi DPR. Ini agar maksimal perjuangkan kepentingan rakyat,” tegasnya.
Lessy juga mengingatkan bahwa Maluku memiliki potensi geografis dan sumber daya alam yang besar. Namun, kekayaan tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, Golkar harus mampu mengambil peran strategis dalam memperjuangkan kepentingan daerah, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang berorientasi pada kemakmuran rakyat.
Ia menekankan, konsolidasi organisasi tidak boleh dilakukan setengah hati. Seluruh struktur partai harus bergerak secara terencana, terukur, dan berjenjang, mulai dari DPD hingga tingkat kecamatan dan desa.
“Konsolidasi partai tidak boleh setengah hati, harus terstruktur, sistematis, dan berjenjang dari DPD hingga kecamatan dan desa,” ujarnya.
Lebih jauh, Lessy mengajak seluruh kader untuk membangun kekuatan dalam satu komando. Rekrutmen kader muda yang memiliki integritas dan kapasitas harus menjadi prioritas, disertai kemampuan merangkul tokoh agama, tokoh masyarakat, serta kalangan intelektual.
“Golkar harus terbuka bagi semua kalangan. Harus kerja tekun dan organisasi kuat, serta kepercayaan rakyat yang terus dirawat,” paparnya.
Bagi Golkar Maluku, perjuangan menuju Senayan telah dimulai. Konsolidasi, kaderisasi, dan keberpihakan kepada rakyat menjadi kunci untuk menjadikan target politik tersebut sebagai kenyataan.(LM-10).









Discussion about this post