Lensa Maluku, – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara resmi melantik jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Maluku masa bakti 2025–2030, bertempat di Hotel Santika Ambon, Sabtu, 07/11/2026. Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi dan penguatan kembali kekuatan politik Partai Golkar di bumi Raja-Raja.
Dalam prosesi tersebut, Umar A. Lessy, SP., MM., resmi dipercaya menakhodai DPD Partai Golkar Maluku. Kepercayaan tersebut menempatkan Umar pada posisi strategis untuk menerjemahkan agenda politik partai menjadi kerja nyata yang menyentuh kepentingan masyarakat.
Umar didampingi Ir. Ridwan Rahman Marasabessy sebagai Ketua Harian, Anos Yermias, S.Sos., M.Si., sebagai Sekretaris, serta Mariam Yamin sebagai Bendahara.
Pelantikan tersebut berlandaskan Surat Keputusan DPP Partai Golkar Nomor Skep-148/DPP/GOLKAR/I/2026 tertanggal 28 Januari 2026, yang ditandatangani Ketua Umum Bahlil Lahadalia bersama Sekretaris Jenderal Muhammad Sarmuji.
Sebanyak 123 orang masuk dalam struktur kepengurusan periode 2025–2030. Komposisi tersebut mencakup unsur pimpinan, koordinator bidang, sekretariat, bendahara hingga jajaran biro yang menangani organisasi, kebijakan publik, elektoral, serta strategi pemenangan pemilu.
Umar Lessy dan Tantangan Konsolidasi Golkar
Terpilihnya Umar A. Lessy bukan sekadar pergantian kepemimpinan struktural, melainkan awal dari tanggung jawab politik yang tidak ringan. Golkar Maluku membutuhkan kepemimpinan yang mampu menyatukan seluruh kekuatan kader, memperkuat soliditas organisasi, serta membangun komunikasi politik yang produktif dengan masyarakat.
Tantangan politik ke depan menuntut Golkar tidak hanya kuat dalam struktur kepengurusan, tetapi juga hadir melalui gagasan, kerja nyata, dan keberpihakan terhadap persoalan rakyat.
Dengan dukungan 123 pengurus yang tersebar dalam berbagai bidang strategis, Umar diharapkan mampu membangun mesin organisasi yang efektif hingga tingkat kabupaten dan kota.
Perkuat Struktur hingga Kabupaten dan Kota
Untuk memperkuat koordinasi kepartaian dan kebijakan publik, Golkar Maluku menempatkan Richard Rahakbauw, SH., MH., sebagai Wakil Ketua Koordinator Kepartaian; Rohalim Boy Sangadji, S.Sos., sebagai Wakil Ketua Koordinator Fungsi Kebijakan Publik I; serta Max Marcus Siahay, S.Ap., sebagai Wakil Ketua Koordinator Fungsi Kebijakan Publik II.
Sementara itu, koordinasi pemenangan pemilu wilayah dipercayakan kepada Elly Toisuta untuk Kota Ambon, Buru dan Buru Selatan; Rudolf Lailossa untuk Maluku Tengah, Seram Bagian Barat dan Seram Bagian Timur; serta Yunus Serang untuk Maluku Tenggara, Kota Tual, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya.
Di bidang organisasi, kaderisasi, ekonomi, hukum, pembangunan, pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, sejumlah kader turut mendapatkan tanggung jawab sesuai bidang masing-masing.
Mesin Elektoral dan Pemenangan Pemilu
Golkar Maluku juga memberikan perhatian serius terhadap penguatan mesin elektoral. Sejumlah kader dipercaya mengoordinasikan pemenangan pemilu berdasarkan wilayah dan daerah pemilihan.
Di Kota Ambon, Aditia Sahuburua dipercaya menangani wilayah Sirimau dan Nusaniwe, sementara Frederika Latupapua/Noya mengoordinasikan wilayah Teluk Ambon, Baguala dan Leitimur Selatan.
Penugasan serupa diberikan kepada Gadis SN Umasugi untuk Buru, Michael Frits Leonard Tasaney untuk Buru Selatan, Subhan Pattimahu untuk Maluku Tengah I, Mayalin Yuliana Plally untuk Maluku Tengah II, Siti Rahma Hehanusa untuk Seram Bagian Barat, serta Ismail Rumbalifar untuk Seram Bagian Timur.
Selanjutnya, Romelus Far-Far menangani Maluku Tenggara, Eva Fransina Balobun untuk Kota Tual, M. Djamil Divinubun untuk Kepulauan Aru, Stenly Haluruk untuk Kepulauan Tanimbar, dan Johan A. Mose untuk Maluku Barat Daya.
Golkar Harus Hadir Melalui Kerja Nyata
Selain konsolidasi politik dan pemenangan pemilu, kepengurusan baru juga mengakomodasi bidang sosial, keagamaan, kewirausahaan, ketenagakerjaan, koperasi dan UMKM, pertanian, perikanan, kepemudaan, pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, pariwisata, seni budaya, media, serta pemberdayaan perempuan.
Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Golkar Maluku Tahun 2026 yang mengusung tema “Bersama Rakyat Berkarya Nyata Untuk Maluku Bangkit.”
Tema tersebut menjadi pesan politik bahwa kekuatan partai tidak semata-mata diukur dari besarnya struktur organisasi maupun jumlah kader, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Umar A. Lessy, Golkar Maluku kini menghadapi pekerjaan besar untuk memperkuat soliditas internal, menjaga kepercayaan publik, serta memastikan seluruh jajaran pengurus bergerak dalam satu visi dan arah perjuangan.
Momentum pelantikan ini sekaligus menjadi titik awal bagi kepemimpinan baru untuk membuktikan bahwa Partai Golkar tetap memiliki kapasitas, komitmen, dan daya juang dalam mengambil bagian bagi pembangunan serta masa depan Maluku.(LM-10).









Discussion about this post