by

Cegah Virus Corona, Bupati Bursel Imbau TIM GTPP Monitor Kondisi Daerah Setiap Hari

Lensa Maluku,-  Menanggapi semakin meluasnya wabah penyakit corona di Indonesia, Bupati Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Tagop S Soulisa meminta Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) dan Masyarakat agar terus memonitor kondisi daerah dalam mengantisipasi penyebarannya.

Penyampaian itu disampaikan Tagop saat melakukan rapat dengan TIM GTPP berlangsung di ruang rapat kantor bupati kemarin.

Usai rapat, dalam konfrensi pers, Bupati menyampaiakan bahwa, dalam rangka mengantisipasi penyebaran Virus Corona/Covid -19 itu, pemerintah daerah Bursel semenjak dikeluarkan surat edaran oleh pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden RI Jokowidodo, kemudian ditindaklanjuti oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail dan diedarkan kepada pemerintah Daerah.

Menindaklanjuti  hal dimaksud, Pemerintah daerah Bursel telah membentuk satuan tugas percepatan Penaganan ( GTPP) yang di dalamnya terdiri dari unsure pemerintah Daerah, TNI/Polri dan juga instansi vertical yang ada di daerah seperti, Dirjen Perhubungan Udara dan Dirjen Perhubungan Laut.

Tim ini telah bekerja di lapangan dengan baik dalam  memperketat semua pintu masuk yang ada di Daerah Bursel, dan telah di lakukan pengidentifikasian terhadap setiap orang yang masuk ke Daerah ini.

“Pintu – Pintu masuk ke daerah  seperti,  Bandara Namrole, Dermaga Namrole, Jalan lintas Namlea – Namrole, Kemudian pintu masuk Dermaga Kecamatan Ambalau, Dermaga Leksula, Dermaga Kepala Madan, Dermaga Nanali, Dermaga Biloro dan Desa Balpetu sebagai pintu masuk dari wilayah pesisir bagian barat kabupaten Bursel dan Kabupaten Buru telah diperketat pengawasannya, “Tutur Tagop.

Iya mengungkapkan, semua titik itu telah dibentuk posko GTPP untuk melakukan pengecekan terhadap siapapun warga yang masuk ke Wilayah ini untuk di identifikasi memiliki suhu badan yang tinggi seperti, demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius, Sesak atau kesulitan bernapas, semua itu dalam pengawasan.

Sementara di RSUD Namrole kita sudah siapkan fasilitas berupa ruang isolasi untuk pasien yang teridentifikasi positif Covid-19.

Ruang isolasi ini berlaku sementara saja untuk dilakukan rujuk ke RSU Haulusy di Ambon. Kemudian nantinya juga setiap alat – alat tranportasi yang masuk seperti kapal kita akan mengecek secara langsung ke Abk – Abknya yang masuk di pelabuhan Namrole.

Sesuai informasi ada beberapa kapal yang datang dari luar daerah Provinsi Maluku, masuk diwilayah Kecamatan Kepala Madan Bursel kita akan memperketat pengawasan, karena wilayah bagian barat Indonesia ini sudah ada beberapa yang menjadi daerah pandemi.

Tagop juga mengaku salah satu kendala yang paling besar yaitu, rujukan Pasien Covid keluar daerah, Hal ini juga perlu di antisipasi, karena ketika ada pasien yang terindikasi mengalami gejala Covid-19 pasti terjadi keberatan pemuatan oleh Tranportasi umum.

Untuk itu pemerintah daerah juga mengupayakan tranportasi laut yang seadanya seperti Spit untuk membawa pasien rujuk ke RSUD Haulusy di Ambon untuk mengantisipasinya.

Karena saat ini fasilitas kita masih sangat terbatas untuk di lakukan pengobatan/penyembuhan. Jadi untuk itu tentunya kita masih melakukan rujukan ke RSU Haulusy Ambon. Ini adalah langkah – langka yang sudah kita siapkan.

“Mulai besok  kita akan lakukan sosialiasi ke Masyarakat lewat Tim GTPP dan juga Tokoh – Tokoh Agama baik, Muslim, Kristen, Hindu, Bunda untuk melakukan sosialiasi kepada kelompok umat beragama agar benar – benar bisa mengantiasipasi dan mencegah Virus Covid-19,” Kata Tagop.

Orang nomor satu di kabupaten ini menuturkan,  sesuai pentunjuk dari pemerintah Pusat kita akan mengistirahatkan/ dirumahkan proses belajar mengajar, tetapi untuk kelas Tiga dan kelas Enam yang mau ujian, SD, SMP dan SMA itu, tetap melakukan proses pembelajaran terbatas jangan sampai karena banyak kumpul juga mengakibat bisa penyebaran Virus.

Kemudian kata Bupati Bursel ada beberapa agenda penting pemerintah daerah yakni Musrembang daerah tingkat kabupaten juga kita batasi, peserta juga kita batasi.

Selain itu juga ada dua agenda penting yang akan di laksanakan pada 30 Maret itu yaitu Festival makanan dari ikan dalam rangka memecahkan rekor Muri sekaligus pencanangan Maluku sebagai lumbun ikan Nasional dari Bursel, kegiatannya sementara kita tunda sampai dengan batas waktu yang telah di tetapkan massa inkubasinya berakhir oleh Departemen Kesehatan secara Nasional maupun BNPB.

Kemudian juga ada kegiatan Wonderful Sail Indonesia yakni,  Sail Pulau Tomahu pada Agustus mendatang mungkin akan jalan, karena factor massa inkubasinya sudah lewat mudahan – mudahan bisa segera berakhir.

Kita punya harapan seperti itu sesuai dengan apa yang menjadi target pemerintah secara Nasional.

Sebagai penutup, Selaku Bupati Bursel saya menghimbau kepada Masyarakat Bursel tidak panik dan tetap waspada, utamakan perilaku hidup sehat dan selalu berdoa agar penanganan virus ini cepat selesai. ( LM-01)

BACA JUGA
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *