by

Menyongsong Hardiknas 2022, PCPS GMKI BurseL Wisata Karya

Lensa Maluku,- Perkumpulan Pengurus Cabang Perkumpulan Senior (PCPS) GMKI Kabupaten Buru Selatan (Bursel) melakukan Wisata Karya ke Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Namrole, dalam rangka Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2022 mendatang.

Ketua Perkumpulan Senior GMKI Kabupaten Buru Selatan Steven Kailola mengatakan, Wisata Karya dengan mengusung tema, “Berbakti untuk mencerdaskan Kehidupan Anak Bangsa”.

“Menggambar posisi Perkumpulan Pengurus Cabang Perkumpulan Senior (PCPS) GMKI yang di bentuk hadir di Buru Selatan ini,” ujar Kailola.

Keberadaan organisasi ini untuk turut memberikan nilai terhadap pembangunan di daerah Buru Selatan ini.

“Di tahun ini kami melakukan aksi Wisata Karya yang lebih di rujukan pada Pendidikan anak-anak di tingkat Dasar (SD),” ucapnya.

Kegiatan Wisata Karya ini selama dua hari, di hari pertama jelas Kailola pihaknya mengunjungi beberapa Sekolah Dasar yaknk SD Fatsinan, SD Waenewen (Kilo-7), SD Kilo-9), TK Dusun Mori dan AD Wlalafau, yang ada di Kecamatan Namrole.

Kita hadir untuk perkenalan, belajar, bermain bersama anak-anak, kita hadir untuk mendorong dan merangsang anak-anak SD ini agar lebih baik lagi dalam proses belajar,” jelas Kailola.

Kailola berharap kepada tenaga guru agar serius dan bertanggung jawab dalam melakukan tugas sebagai pendidik.

Selain berjumpa dengan anak-anak SD dalam memberikan pendidikan membaca dan berhitung sebagai pendidikan dasar, pihaknya juga bertemu dengan tokoh adat, tokoh agama dan orang tua guna mencari informasi proses mengajar seperti apa yang mereka lihat.

“Karena informasi yang kami dapat itu akan menjadi catatan bagi PCPS untuk nantinya di analisis, kira-kira proses belajar yang terjadi oleh anak-anak itu seperti apa,” jelas Kailola.

Dari hasil analisis itu akan menjadi catatan bagi pihaknya untuk kemudian menyampaikan kepada Pemerintah Daerah (Bupati) dan akan hearing dengan DPRD.

“Sehingga diharapkan ada solusi terhadap apa yang menurut kami penting untuk di sikapi dalam konteks pengembangan pendidikan di daerah ini,” jelasnya.

Kenapa Wisata Karya dilaksanakan di Sekolah, jelas Kailola jujur bahwa pihaknya mendapat bisikan bahwa ada murid-murid sekolah SD yang suda duduk di kelas 6 tetapi masih belum bisa membaca.

“Itu realitas saat ini. Dan kami PCPS bagian dari daerah ini untuk melihat langsung dengan strategi mengajar di kelas, dengan tatap muka langsung dan kami menemukan.

Lanjut Kailola, tenuan itu pihaknya akan memakai metodelogi yang tertanggung jawab untuk hasilnya itu betul-betul tertangung jawab, bahwa yang di bilang itu terhadap anak-anak SD di kelas 6 itu, kita lihat langsung dan kita temukan, kita akan rumuskan dan akan kita sampaikan, ungkap Kailola.

Jelas Kailola, untuk temuan pada hari pertama ini akan dirampungkan hingga selesai barulah di rilis secara resmi untuk nantinya di samping ke pemerintah daerah dan DPRD.

Kailola mengatakan, hasil diskusi pihaknya bajwa, kegiatan seperti ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan kedepan, dan akan bersama OKP lainnya.

“Kami berharap OKP lainnya mau mendukung program ini agar kita bersama-sama dalam pembangunan di bidang pendidikan di daerah ini,” pungkas Kailola.

Pantauan media ini, Wisata Karya yang di laksanakan oleh PCPS GMKI Buru Selatan pada beberapa SD pada pinggiran Kota Namrole, selain mengajarkan anak-anak dalam pengenalan Huruf dan angka, PCPS juga memberikan alat tulis.

Masih pantauan media ini bahwa benar masih ada anak-anak yang belum bisa membaca apalagi menulis, dan masih ada anak usia sekolah tidak bersekolah. (LM-03)

BACA JUGA
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *