Lensa Maluku, – Hamparan laut yang tenang di perairan Pelabuhan Laut Kelas II Namlea menjadi saksi penghormatan mendalam yang diberikan Polres Buru kepada para pahlawan dan anggota Bhayangkara yang telah gugur dalam menjalankan tugas negara.
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Polres Buru menggelar Upacara Tabur Bunga di Laut, Rabu (24/6/2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung khidmat itu menjadi salah satu rangkaian penting untuk mengenang pengabdian tanpa pamrih para pendahulu yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi keamanan bangsa.
Upacara dipimpin langsung oleh Wakapolres Buru, Kompol Jufri Jawa, selaku Inspektur Upacara. Hadir pula sejumlah pejabat utama Polres Buru bersama unsur instansi maritim dan pemerintah daerah, di antaranya perwakilan Kepala Pelabuhan Laut Kelas II Namlea PLT Raden Salasiwa, SE, Kepala Dinas Perhubungan Fahmi Ely, Kepala Dinas Pariwisata Iwan Teapon, Kepala BPBD Fandi Rada, perwakilan Basarnas Ridolf Risamasu, serta Kepala Cabang PT Pelni Namlea Rahmat Hidayat.
Dari atas kapal yang bergerak perlahan menuju titik pelaksanaan upacara, suasana penuh penghormatan begitu terasa. Saat bunga-bunga ditaburkan ke permukaan laut, seluruh peserta larut dalam keheningan, mengenang mereka yang telah mendahului dalam tugas menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.
Bagi institusi Polri, tabur bunga di laut bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Laut yang luas menjadi simbol luasnya medan pengabdian Bhayangkara yang tidak mengenal batas, baik di daratan maupun di wilayah perairan. Setiap bunga yang mengapung di atas ombak menjadi lambang penghormatan yang tak akan pernah pudar terhadap jasa dan pengorbanan para pahlawan.
Upacara ini juga menjadi penghormatan khusus bagi personel yang bertugas di wilayah perairan, termasuk jajaran Polisi Air dan Udara (Polairud), Basarnas, serta seluruh aparat yang menjaga keamanan jalur pelayaran dan wilayah maritim Indonesia. Mereka adalah garda terdepan yang setiap hari menghadapi risiko demi menjamin keselamatan masyarakat dan kedaulatan negara di laut.
Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang institusi Bhayangkara hingga memasuki usia ke-80 dibangun di atas pengorbanan, dedikasi, dan loyalitas para pendahulu. Semangat itulah yang terus diwariskan kepada generasi penerus Polri.
Suasana haru dan penuh penghormatan mewarnai akhir kegiatan. Di tengah deburan ombak Namlea, pesan yang ingin disampaikan begitu jelas: Hari Bhayangkara bukan hanya perayaan bertambahnya usia institusi, tetapi juga momentum untuk mengenang jasa para pahlawan, memperkuat semangat pengabdian, serta meneguhkan komitmen Polri untuk terus melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.
Di atas laut yang membentang luas, bunga-bunga yang hanyut perlahan seakan membawa doa dan penghormatan bagi mereka yang telah gugur. Jasa mereka mungkin tak lagi terlihat, tetapi pengorbanannya akan selalu hidup dalam ingatan bangsa.(LM-04)









Discussion about this post