Berita Terkini Maluku
Saturday, April 18, 2026
  • Login
  • Berita
    • Maluku
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Wisata
No Result
View All Result
  • Berita
    • Maluku
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Wisata
No Result
View All Result
Berita Terkini Maluku
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Tanggapan ITANEM: Pernyataan DLH Provinsi Maluku Terkait PT Batu Licin Menyesatkan dan Tidak Sesuai Fakta Lapangan

Oleh: Prof. Dr. Zainuddin Notanubun, M.Pd

Admin by Admin
July 25, 2025
in Uncategorized
Tanggapan ITANEM: Pernyataan DLH Provinsi Maluku Terkait PT Batu Licin Menyesatkan dan Tidak Sesuai Fakta Lapangan

Lensa Maluku,– Ketua Ikatan Yante Nuhu Evav-Maluku (ITANEM), Prof. Dr. Zainuddin Notanubun, M.Pd, memberikan tanggapan tegas terhadap pernyataan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku, Drs. Ray C. Siauta, M.Si, yang dimuat di Beberapa Media media pada tanggal 17 Juli 2025.

Dalam pemberitaan tersebut, Kepala DLH menyatakan bahwa dokumen perusahaan PT Batu Licin secara umum telah dapat diterima meskipun disertai sejumlah catatan, termasuk penyesuaian peta tata ruang Kabupaten Maluku Tenggara yang telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah.(LM-05)

RELATED POSTS

Sosialisasi Dampak Anak Putus Sekolah dan Pernikahan Dini di Kecamatan Waesama, Perkuat Komitmen Lindungi Generasi Muda

Peringatan Hari PKK Maluku, Ketua PKK Bursel Fokus Perkuat Struktur dan Kinerja

Kadis DLH juga menyebut bahwa kehadiran PT Batu Licin dapat mendorong peningkatan ekonomi lokal dan penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat. Namun, Prof. Zainuddin menilai bahwa pernyataan tersebut sangat menyesatkan dan bertolak belakang dengan kondisi riil yang terjadi di lapangan, khususnya di dua desa terdampak, yaitu Ohoi Nerong dan Ohoi Mataholat di Pulau Kei Besar.

“Pernyataan Kadis DLH tidak sesuai dengan realita. Dalam eksplorasi Galian C, yang digunakan adalah alat berat seperti eskavator dan truk. Tanah langsung digali, dimuat ke truk, dan dari truk langsung dimuat ke tongkang. Ini artinya proses eksplorasi tidak memerlukan banyak tenaga kerja dari masyarakat lokal.

Ia menambahkan, “Kalaupun ada warga yang dilibatkan, itu hanya satu dua orang yang punya kemampuan mengemudikan truk dan beberapa ibu-ibu yang ditugaskan untuk memasak. Selebihnya, kehadiran perusahaan tidak memberi dampak ekonomi signifikan bagi warga. Kehidupan mereka tetap seperti biasa, tidak ada perubahan mencolok. Saya sarankan Kepala DLH turun langsung melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat kedua desa tersebut.”

Lebih lanjut, Zainuddin menegaskan bahwa keberadaan PT Batu Licin di Pulau Kei Besar bertentangan dengan berbagai regulasi nasional maupun daerah. Ia merujuk pada:

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 27 Tahun 2007 mengenai Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, yang secara tegas melarang aktivitas pertambangan di pulau-pulau kecil dan wilayah perairannya.

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-XXI/2023, yang memperkuat larangan penambangan mineral di wilayah pesisir, pulau-pulau kecil, dan terluar.

Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2024 khususnya Bab V Pasal 38, yang menetapkan wilayah Pulau Kei Besar Selatan, termasuk Ohoi Nerong dan Mataholat, sebagai kawasan pertanian dan perkebunan, bukan zona pertambangan.

“Pulau Kei Besar hanya seluas 550 km², sehingga masuk dalam kategori Pulau Kecil berdasarkan UU, yakni pulau dengan luas kurang dari 2.000 km². Maka sangat jelas bahwa aktivitas pertambangan di wilayah ini adalah bentuk pelanggaran hukum dan bentuk pengabaian terhadap keberlanjutan lingkungan serta masa depan masyarakat lokal,” ujar Zainuddin.

Ia menutup pernyataannya dengan menyerukan kepada Kepala DLH Provinsi Maluku agar tidak memberikan informasi keliru kepada publik, serta tidak memproses izin operasi PT Batu Licin di Pulau Kei Besar.

‘Kami meminta dengan tegas agar Kadis DLH Maluku memahami dan menegakkan regulasi yang berlaku. Pulau Kei Besar adalah pulau kecil dan terluar yang secara hukum dilindungi. Kehadiran PT Batu Licin hanya akan membawa ancaman ekologis dan sosial bagi masyarakat di sana. Tutup Notanubun

Admin

Admin

Related Posts

Sosialisasi Dampak Anak Putus Sekolah dan Pernikahan Dini di Kecamatan Waesama, Perkuat Komitmen Lindungi Generasi Muda

Sosialisasi Dampak Anak Putus Sekolah dan Pernikahan Dini di Kecamatan Waesama, Perkuat Komitmen Lindungi Generasi Muda

by Admin
April 18, 2026
0

Lensa Maluku – Upaya menekan angka anak putus sekolah dan pernikahan usia dini terus digencarkan melalui kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan...

Peringatan Hari PKK Maluku, Ketua PKK Bursel Fokus Perkuat Struktur dan Kinerja

Peringatan Hari PKK Maluku, Ketua PKK Bursel Fokus Perkuat Struktur dan Kinerja

by Admin
April 17, 2026
0

Lensa Maluku – Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Provinsi Maluku yang berlangsung pada Jumat (17/04/2026) menjadi momentum...

Buru Selatan Naik Kelas: Strategi La Hamidi Tembus Pasar Global dan Lepas dari APBD

Buru Selatan Naik Kelas: Strategi La Hamidi Tembus Pasar Global dan Lepas dari APBD

by Admin
April 17, 2026
0

Lensa Maluku - Pemerintah Kabupaten Buru Selatan di bawah kepemimpinan La Hamidi terus menunjukkan arah pembangunan yang semakin progresif dan...

Apries Gaspersz: Rekomendasi DPRD dari LKPJ 2025 Jadi Energi Baru Pembangunan Ambon

Apries Gaspersz: Rekomendasi DPRD dari LKPJ 2025 Jadi Energi Baru Pembangunan Ambon

by Admin
April 17, 2026
0

Lensa Maluku – Suasana Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Ambon tampak berbeda pada Rabu (15/4/2026). Nuansa sinergi dan keseriusan begitu...

DPP HENA HETU Maluku Gelar Halal Bihalal, Perkuat Harmoni dan Soroti Pembangunan Jazirah

DPP HENA HETU Maluku Gelar Halal Bihalal, Perkuat Harmoni dan Soroti Pembangunan Jazirah

by Admin
April 16, 2026
0

Lensa Maluku – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HENA HETU Provinsi Maluku menggelar kegiatan Halal Bihalal sebagai momentum strategis untuk memperkuat...

Next Post
Institusi Polri Disorot: Kasus Penelantaran oleh Bripda Didi Hasyadi Tanpa Kepastian Hukum

Institusi Polri Disorot: Kasus Penelantaran oleh Bripda Didi Hasyadi Tanpa Kepastian Hukum

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa  Lakukan Kunker Perdana di KKT

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa Lakukan Kunker Perdana di KKT

Discussion about this post

RECOMMENDED

Sosialisasi Dampak Anak Putus Sekolah dan Pernikahan Dini di Kecamatan Waesama, Perkuat Komitmen Lindungi Generasi Muda

Sosialisasi Dampak Anak Putus Sekolah dan Pernikahan Dini di Kecamatan Waesama, Perkuat Komitmen Lindungi Generasi Muda

April 18, 2026
Peringatan Hari PKK Maluku, Ketua PKK Bursel Fokus Perkuat Struktur dan Kinerja

Peringatan Hari PKK Maluku, Ketua PKK Bursel Fokus Perkuat Struktur dan Kinerja

April 17, 2026

Berita Populer

  • BNRN Laksanakan Deklarasi Pembentukan Pengurus Program Makan Bergizi Di Namlea

    BNRN Laksanakan Deklarasi Pembentukan Pengurus Program Makan Bergizi Di Namlea

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPD Golkar Bursel Mengecam Keras Tindakan Pemukulan oleh ZT Kepada Korbid Kepartain Golkar Bursel, Polres di Minta Percepat Proses Hukum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Quick Count Pilkada Bursel Safitri – Hempri Unggul 36 Persen mengalahkan Dua Pesaingnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Temuan Belatung di MBG, Ketua BRNR Bursel Sudirman Buton Tegaskan Prosedur Keamanan dan Kebersihan MBG Jadi Prioritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oknum Tim Kampanye MANDAT Ketangkap Main Judi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Contact

© 2022 Lensamaluku.com

No Result
View All Result
  • Berita
    • Maluku
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Wisata

© 2022 Lensamaluku.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In