Lensa Maluku,– Ratusan warga Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Waenono-Kamlanglale, Klasis Buru Selatan, Maluku, menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-91 GPM dengan semangat kebersamaan dan sukacita.
Rangkaian perayaan tersebut resmi dimulai pada Jumat (28/8/2026) malam melalui pembukaan berbagai perlombaan yang dipusatkan di depan Gedung Gereja Imanuel Waenono-Kamlanglale.
Kegiatan itu berlangsung meriah. Warga dari delapan unit pelayanan turut ambil bagian dalam parade, mulai dari anak-anak, pemuda hingga orang dewasa.
Kehadiran mereka bukan sekadar memeriahkan perayaan tahunan gereja. Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan dan membangun kembali semangat persekutuan di tengah kehidupan jemaat.
Masing-masing unit pelayanan juga menampilkan yel-yel terbaik. Sorak-sorai warga terdengar dari Unit Eglinan, Hailalet, Muan Modan, Waemodat, Leasida, Leakeha, Haiopo hingga Muhawaen.
Suasana semakin khidmat ketika prosesi pembukaan ditandai dengan pembakaran obor induk oleh Ketua Majelis Jemaat bersama para pelayan dan warga jemaat.
Nyala obor menjadi simbol semangat kebersamaan sekaligus pengingat agar api Injil terus menyala dalam kehidupan, pelayanan dan kesaksian warga GPM.
Ketua Majelis Jemaat GPM Waenono-Kamlanglale, Pendeta J. Lopulalan/Tasidjawa, mengatakan HUT ke-91 GPM yang akan diperingati pada 6 September 2026 merupakan momentum untuk mensyukuri penyertaan Tuhan selama perjalanan Gereja Protestan Maluku.
Menurut dia, perjalanan panjang GPM selama 91 tahun tidak terlepas dari peran seluruh warga gereja dalam menjaga persekutuan, pelayanan dan kesaksian.
Ia berharap semangat tersebut terus hidup dan menjadi bagian dari kehidupan Jemaat GPM Waenono-Kamlanglale hingga seluruh wilayah pelayanan GPM.
Pendeta J. Lopulalan/Tasidjawa juga mengingatkan agar seluruh rangkaian kegiatan tidak hanya dipandang sebagai perlombaan untuk menentukan siapa yang menang dan kalah.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana memperkuat persaudaraan, membangun kebersamaan dan menumbuhkan sikap saling menopang sebagai satu tubuh Kristus.
Sementara itu, Ketua PHBG Jemaat Waenono-Kamlanglale, Ronal Latbual, mengatakan berbagai kegiatan telah disiapkan untuk melibatkan seluruh unsur jemaat.
Sejumlah perlombaan yang akan digelar antara lain Baris Indah, Penalty Kick, Paduan Suara, Solo dan berbagai kegiatan lainnya.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak SMTPI, pengasuh, wadah-wadah pelayanan hingga Angkatan Muda.
Latbual mengajak seluruh warga jemaat untuk berpartisipasi aktif dan menyukseskan seluruh rangkaian perayaan HUT ke-91 GPM.
Menurutnya, kemenangan dalam perlombaan bukan menjadi tujuan utama. Hal yang lebih penting adalah bagaimana seluruh warga jemaat dapat merasakan sukacita, membangun kebersamaan dan memperkuat rasa memiliki sebagai satu keluarga besar.
Rangkaian perayaan selanjutnya akan berlangsung hingga Malam Kajadiang sebagai salah satu momentum penting menyongsong HUT ke-91 GPM.
Malam Kajadiang akan diawali dengan Ibadah Syukur HUT ke-91 GPM dan dilanjutkan dengan Makan Patita bersama seluruh warga jemaat.
Perayaan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi penanda bertambahnya usia GPM, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat iman, persaudaraan dan semangat pelayanan di tengah masyarakat.
Dari Waenono-Kamlanglale, semangat itu kembali ditegaskan: perayaan gereja bukan hanya tentang kemeriahan, tetapi tentang bagaimana kebersamaan terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.(LM-03)









Discussion about this post