Lensa Maluku – Pemerintah Kabupaten Buru Selatan di bawah kepemimpinan La Hamidi terus menunjukkan arah pembangunan yang semakin progresif dan berorientasi keluar. Tidak lagi sekadar bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Buru Selatan kini mulai menata strategi besar untuk menembus pasar global melalui penguatan sektor investasi dan promosi potensi daerah.
Langkah ini bukan tanpa dasar. Dalam berbagai forum strategis nasional, termasuk kegiatan yang diinisiasi oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia, La Hamidi secara konsisten mendorong transformasi ekonomi daerah berbasis potensi unggulan yang berdaya saing internasional. Salah satu fokus utamanya adalah mempercepat implementasi Pusat Promosi dan Investasi Daerah (PPID) sebagai motor penggerak ekonomi baru.
Menurut La Hamidi, ketergantungan daerah terhadap APBD tidak lagi relevan di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompetitif. Daerah dituntut untuk mandiri, inovatif, dan mampu membaca peluang pasar internasional. “Buru Selatan harus naik kelas. Kita tidak bisa terus bergantung pada APBD. Potensi kita besar, tinggal bagaimana kita kemas, promosikan, dan hubungkan dengan pasar global,” tegasnya.
Buru Selatan sendiri memiliki sejumlah komoditas unggulan yang dinilai mampu bersaing di pasar ekspor, mulai dari sektor perikanan, hasil laut, hingga produk pertanian dan perkebunan. Namun selama ini, keterbatasan akses pasar dan minimnya promosi menjadi kendala utama. Melalui strategi baru yang digagas, pemerintah daerah mulai membuka jejaring dengan investor, pelaku usaha, serta platform perdagangan internasional.
Tidak hanya itu, penguatan kelembagaan juga menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Pemerintah daerah tengah menyiapkan sistem promosi terintegrasi berbasis digital yang memungkinkan investor dan buyer luar negeri mengakses informasi potensi daerah secara langsung dan transparan. Ini menjadi langkah konkret dalam menciptakan iklim investasi yang lebih terbuka dan kompetitif.
Di sisi lain, La Hamidi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, hingga diaspora Maluku di luar negeri didorong untuk menjadi bagian dari ekosistem promosi daerah. Ia meyakini bahwa kekuatan jaringan dan sinergi adalah kunci untuk mempercepat penetrasi pasar global.
“Kita harus berani keluar dari zona nyaman. Buru Selatan punya semua yang dibutuhkan untuk bersaing, tinggal bagaimana kita bekerja lebih cerdas dan terarah,” ujarnya.
Transformasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah di luar APBD, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat posisi Buru Selatan dalam peta ekonomi nasional dan global.
Dengan strategi yang terukur dan komitmen kepemimpinan yang kuat, langkah Buru Selatan untuk “naik kelas” bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah keniscayaan yang tengah diperjuangkan secara nyata, (LM-10)









Discussion about this post