Lensa Maluku – Kepemimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Buru Selatan resmi memasuki babak baru. Hal ini ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) Nomor: PAN/A/Kpts/KU-SJ/266/III/2026 tentang Pengesahan Pengurus DPD PAN Kabupaten Buru Selatan Periode 2024–2029.
Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Arif Noor Hartanto selaku Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PAN kepada Widya Pratiwi, yang didampingi Sekretaris DPW PAN Maluku, Amirudin. Prosesi tersebut berlangsung di Rumah DPP PAN sebagai bagian dari agenda konsolidasi nasional partai.
Selanjutnya, SK tersebut diserahkan kepada Ketua DPD PAN Kabupaten Buru Selatan yang kini resmi dipimpin oleh Ahmadan Loilatu.
Dengan dikantonginya SK ini, legitimasi kepengurusan PAN di Buru Selatan dinyatakan sah secara organisatoris dan menjadi fondasi kuat dalam menjalankan roda partai secara terstruktur, sistematis, dan terarah.
Dalam susunan kepengurusan periode 2024–2029, ditetapkan La Hamidi sebagai Ketua Majelis Penasehat Partai Daerah (MPPD), Ahmadan Loilatu sebagai Ketua DPD, Zulhairnawan Souwakil sebagai Ketua Harian, Ibrahim Solissa sebagai Sekretaris, serta Zainal Adoa sebagai Bendahara.
Ahmadan Loilatu sendiri bukan sosok baru dalam dunia organisasi dan politik. Selain menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Buru Selatan, ia juga dikenal sebagai mantan Ketua DPD IMM Kota Ambon yang memiliki rekam jejak panjang dalam membangun gerakan kepemudaan dan kaderisasi.
Kepada media, Loilatu menegaskan bahwa pengesahan kepengurusan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan momentum strategis untuk membangun kembali kekuatan partai secara menyeluruh.
“PAN harus menjadi rumah harapan bersama. Bukan hanya bagi kader, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Buru Selatan yang menginginkan kemajuan dan perubahan,” tegasnya.
Ia menyampaikan, arah kepemimpinannya bersama jajaran akan difokuskan pada penguatan konsolidasi internal, pembenahan struktur hingga ke tingkat akar rumput, serta perluasan basis dukungan masyarakat secara inklusif.
Menurutnya, PAN harus tampil sebagai partai yang terbuka, merangkul seluruh golongan, dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat. Kepercayaan publik, lanjutnya, hanya bisa dibangun melalui kerja nyata, bukan sekadar retorika politik.
“Kita ingin PAN benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Harus menjadi wadah perjuangan yang mampu menyerap dan memperjuangkan aspirasi rakyat,” ujarnya.
Lebih jauh, Loilatu juga menyoroti pentingnya peran partai dalam mendorong pembangunan daerah. Ia menilai Buru Selatan memiliki potensi besar di berbagai sektor, namun masih membutuhkan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
“Kita tidak boleh hanya fokus pada kepentingan elektoral. PAN harus menjadi bagian dari solusi atas persoalan daerah, mulai dari ekonomi, pendidikan hingga kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.
Dalam konteks politik ke depan, Loilatu juga menegaskan komitmen untuk mendorong kader terbaik PAN tampil di level nasional. Ia menyatakan kesiapan seluruh jajaran DPD PAN Buru Selatan untuk bekerja maksimal dalam mengantarkan Widya Pratiwi menuju kursi parlemen di Senayan pada periode mendatang.
“Kami siap bekerja dan berjuang bersama untuk mengantarkan Ibu Widya Pratiwi ke Senayan. Ini bagian dari ikhtiar politik PAN dalam memperkuat representasi daerah di tingkat nasional,” tegas Loilatu.
Ia juga menekankan bahwa soliditas internal menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
“Solidaritas dan kebersamaan adalah kunci kemenangan. Tanpa itu, kita tidak akan kuat. Karena itu saya mengajak seluruh kader untuk tetap satu barisan, saling menguatkan, dan bekerja bersama demi tujuan besar partai,” tegas Loilatu.
Dengan kepengurusan yang kini sah dan lengkap, PAN Buru Selatan diharapkan mampu tampil lebih progresif, responsif, dan kompetitif dalam menghadapi berbagai agenda politik ke depan, sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Loilatu pun mengajak seluruh jajaran pengurus, kader, dan simpatisan untuk segera melakukan konsolidasi menyeluruh. Ia menilai langkah tersebut penting guna memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat akar rumput serta membangun komunikasi efektif dengan masyarakat.
Menurutnya, tantangan ke depan tidak ringan. Dinamika sosial, ekonomi, dan politik yang terus berkembang menuntut partai untuk adaptif, responsif, serta memiliki strategi yang matang dan terukur.(LM-03)











Discussion about this post