by

Kodim 1506/Namlea Galakkan Pembentukan Posko PPKM di Desa

Lensa Maluku-  Mencegah menularnya Covid 19 kepada masyarakat di pedesaan , Kodim 1506/Namlea terus mendorong para Babinsa agar bersama Pemerintah Desa, Babinkamtibmas dan petugas kesehatan membentuk Posko PPKM di desa.

Humas Kodim 1506/Namlea dalam siaran persnya Minggu (06/06/2021) menjelaskan , dalam empt hari terakhir ini dibentuk lagi Posko PPKM di Desa Namlea, Kec.Namlea dan Desa Waeflan, Kec.Waelata, Kabupaten Buru.

Di Desa Waeflan, kegiatan pembukaan Posko PPKM diresmikan Babinsa Kopda Suhardi dari Koramil 1506-04/Waeapo, Sabtu (05/06/2021).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Pjs Kepala Desa Sukiwan. S.H, Para Staf Desa Waeflan, Ketua BPD beserta anggota, Satgas Relawan Covid-19, Desa Tim medis /tenaga kehatan, dan Babinkamtibmas Brigpol Agus.

Menurut Pasiter, Kapten Inf Muhammad Haris Tumenggung, Peresmian Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) di desa sangat diperlukan sebagai sarana dalam upaya pengendalian pandemi Covid-19 agar lebih tepat sasaran di tingkat mikro.

“Posko sebagai pusat perencanaan, koordinasi, pengendalian, dan evaluasi kegiatan penanganan Covid-19 dalam skala mikro, dilaksanakan dengan pendekatan kesepakatan, komunitas, gotong royong, kompak, dan adaptif,” kata Tumenggung.

Posko penanganan Covid-19 di tingkat desa memiliki empat aspek penting, yakni pencegahan, penanganan, pembinaan, dan pendukung.

Aspek pencegahan terdiri dari sosialisasi, penerapan 3M, serta pembatasan mobilitas.
Aspek penanganan mengimplementasikan 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment hingga penanganan dampak ekonomi lewat bantuan langsung tunai (BLT) desa.

“Aspek pembinaan berupa upaya penegakan disiplin dan pemberian sanksi. Lalu, aspek pendukung yang terdiri pencatatan dan pelaporan, dukungan komunikasi, serta logistik,” ujar Tumenggung.

Nantinya posko tersebut dipimpin oleh kepala desa dimana salah satu tugasnya adalah menilai status zona wilayahnya.

“Dari penilaian zonasi, maka kepala desa/lurah dapat menentukan tindakan pengendalian yang sesuai. Kriteria zonasi terdiri dari zona hijau, kuning, oranye, dan merah,” terangnya. (LM-04)

BACA JUGA
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *