Lensa Maluku – Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Provinsi Maluku yang berlangsung pada Jumat (17/04/2026) menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran PKK dalam pembangunan berbasis keluarga.
Mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”, kegiatan yang dipusatkan di Gedung PKK Maluku ini diikuti oleh jajaran pengurus PKK dari berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Maluku, dalam suasana penuh semangat kolaborasi dan kebersamaan.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Hendrik Lewerissa selaku Gubernur Maluku, serta dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Maluku.
Di sela kegiatan tersebut, saat di Wawancarai Media ini, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Wa Uma Hamid, yang hadir didampingi Sekretaris TP PKK Bursel, menegaskan bahwa peringatan HKG PKK tidak boleh dimaknai sekadar kegiatan seremonial. Momentum ini harus menjadi ruang evaluasi dan konsolidasi untuk memperkuat struktur serta meningkatkan kinerja organisasi secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Menurut Wa Uma Hamid, tema yang diusung tahun ini mengandung pesan kuat tentang pentingnya penguatan 10 Program Pokok PKK sebagai fondasi utama dalam mendukung agenda besar nasional menuju Indonesia Emas 2045. Dalam konteks tersebut, PKK dituntut tampil lebih adaptif, terstruktur, dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.
“PKK harus menjadi garda terdepan dalam pemberdayaan keluarga. Pembenahan internal menjadi langkah mendasar yang harus segera dilakukan, mulai dari penguatan struktur organisasi hingga peningkatan kapasitas kader di semua tingkatan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, penguatan organisasi tidak semata berkutat pada aspek administratif, tetapi juga mencakup efektivitas koordinasi, kejelasan pembagian peran, serta konsistensi dalam menjalankan program yang berorientasi pada hasil nyata di tengah masyarakat.
Didampingi Sekretaris TP PKK Bursel, Wa Uma Hamid turut menekankan pentingnya sinergi antar pengurus dari tingkat kabupaten hingga desa. Komunikasi yang solid dan koordinasi yang terarah menjadi kunci utama dalam memastikan seluruh program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia kader PKK menjadi perhatian serius. Kader tidak hanya dituntut aktif secara kuantitas, tetapi juga harus memiliki kompetensi, kreativitas, dan inovasi dalam merespons berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan kesehatan keluarga di era yang terus berkembang.
“PKK bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi mitra strategis pemerintah daerah. Karena itu, kader harus memiliki semangat pengabdian, kemampuan adaptasi, serta inovasi dalam menjalankan program,” ujarnya.
Momentum HKG PKK ke-54 ini juga dimanfaatkan sebagai ajang refleksi terhadap capaian yang telah diraih, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis ke depan yang lebih progresif dan terarah.
Pada kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Bursel, Wa Uma Hamid, juga menerima penghargaan dari Gubernur Maluku yang diserahkan langsung oleh Hendrik Lewerissa sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kinerja dalam penguatan program PKK di daerah.
Wa Uma Hamid optimistis, melalui pembenahan yang konsisten dan berkelanjutan, PKK Bursel akan semakin kuat, profesional, dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan daerah.
Peringatan yang berlangsung di Gedung PKK Maluku tersebut menegaskan bahwa kekuatan PKK terletak pada soliditas internal serta komitmen kolektif seluruh kader untuk terus bergerak maju. Dengan semangat itu, PKK diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045, (LM-10)











Discussion about this post