Lensa Maluku, – Pemerintah Kabupaten Buru Selatan terus mendorong pengembangan daerah melalui program pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT). Langkah tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Balai Sosial, fasilitas MCK, dan penyediaan air bersih di Kecamatan Waesama, Sabtu (9/5/2026).
Program yang dijalankan melalui Dinas Sosial ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dasar, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat adat melalui bantuan stimulan berupa sembako, tempat tidur, kasur, selimut, kursi, hingga perlengkapan dapur rumah tangga.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buru Selatan, Usman Ali Isan, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerataan pembangunan di enam kecamatan di Buru Selatan.
“Pemerintah ingin seluruh wilayah merasakan manfaat pembangunan secara merata, dimulai dari Waesama,” ujarnya.
Sebanyak 133 Kepala Keluarga di empat titik lokasi menjadi sasaran tahap awal, yakni Dusun Fatiban Desa Hote, Mangga Dua Desa Wamsisi, Dusun Lumara Desa Waeteba, dan Dusun Denalahin Desa Simi.
Pemerintah daerah juga menargetkan penataan pemukiman masyarakat adat agar lebih mudah mengakses layanan pendidikan, kesehatan, dan listrik sebagai bagian dari percepatan pembangunan kawasan terpencil.
Sementara itu, Bupati La Hamidi menegaskan bahwa pembangunan Balai Sosial diarahkan menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Menurutnya, masyarakat adat akan didorong mengembangkan usaha kerajinan anyaman bambu seperti keranjang, topi, dan produk lokal lainnya guna meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus menjaga budaya daerah.
“Program ini akan terus dikembangkan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Buru Selatan sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat dan pembangunan daerah,” tegas Bupati.(LM-03)









Discussion about this post