by

KBB Bursel Gelar Seminar Youth Leadership, Ini Pesannya

Lensa Maluku,- Komunitas Baca Bupolo (KBB) gelar kegiatan seminar kepemimpinan pemuda (Youth Leadership) di Namrole, Buru Selatan (Bursel)

Seminar Youth Ledership ini mengusung tema,”Membangun Indonesia Dari Daerah Dengan Mempersiapkan Anak Mudah Untuk Menjadi Pemimpin Masa Depan”, Kegiatan ini berlangsung di Aula kantor bupati setempat, Selasa 18 Agustus 2020.

Seminar ini menghadirkan sejumlah pemateri sukses masing – masing, Bupati Bursel, Tagop S Soulisa, Ketua DPRD Bursel, Muhajir Bahta, Ketua Pokja UT  Bursel, Said Sabi, dan Rahmat Souwakil Sekretaris Umum KBB, Korda BEMNUS D.I.Y, Ahmad Marjuki Toekan, selaku moderatur.

Masing – masing pemateri menjelaskan berbagai konsep kepemudaan dan peran Pemuda dalam memajukan bangsa.

Bupati Bursel, Tagop S Soulisa dalam materinya menyampaikan bahwa, di era ini dengan segala kecanggihan teknologi, tingkat persaingan juga semakin tinggi sehingga menuntut kualitas dan kinerja manusianya untuk lebih ditingkatkan.

Pemuda harus mampu beradaptasi dengan cepat, belajar, dan menjadi lebih baik. Pemuda merupakan agen perubahan (agent of change) yang diharapkan dapat membuat perubahan yang baik kedepannya.

Perjalanan panjang negara hingga saat ini tidak lepas dari warna-warni yang diberikan pemuda yang peduli pada bangsa dan negaranya. Seperti pidato Ir. Soekarno “Beri aku sepuluh pemuda maka akan ku goncangkan dunia,” menyiratkan pesan yang sangat mendalam bahwa pemuda bisa membuat perubahan.

Bupati  Bursel juga menceritakan rekam jejaknya sejak iya di duduk dibangku sekolah, Mahasiswa dan saat ini menjadi Bupati Bursel. Segala trik untuk sukses dikupas habis oleh orang nomor Satu di Bursel tersebut.

Sementara Ketua DPRD Bursel Muhajir Bahta dalam materinya menjelaskan tentang pemuda Milenial.

Iya menjelaskan bahwa Generasi milenial adalah generasi yang sangat mahir dalam teknologi. Dengan kemampuannya di dunia teknologi dan sarana yang ada, generasi ini memiliki banyak peluang untuk bisa berada jauh di depan dibanding generasi sebelumnya.

Di era ini segala sesuatu bergerak dengan cepat, informasi dapat diperoleh dimana saja dan dari siapa saja. Generasi masa kini harus berusaha dan mampu menjadi bijak terutama dalam penggunaan media sosial.

Media sosial ini mirip dengan politik, tergantung bagaimana kita menggunakannya. Kita bisa berguna dan bertambah pintar apabila menggunakan media sosial dengan benar, tapi kita juga bisa menjadi penyebar hoax dan menjadi bodoh apabila kita menggunakan media sosial dengan tidak benar.

Di era ini dengan segala kecanggihan teknologi, tingkat persaingan juga semakin tinggi. Kualitas dan kinerja manusia juga dituntut menjadi semakin tinggi. Generasi masa kini harus mampu beradaptasi dengan cepat, belajar dan menjadi lebih baik.

Ketua DPRD Bursel ini juga menceritakan pengalamannya saat didunia pendidikan, hingga iya menjadi ketua DPRD.

Sementara Ketua Pokja UT Kabupaten Bursel, Said Sabi, dan Rahmat Souwakil memberikan penguatan dan motivasi kepada pemuda bursel dengan beragam pengalamannya selaku mantan ketua KPU dan saat ini menjadi rektor UT Bursel.

Usai pemaparan meteri oleh Narasumber, moderator membuka sesi tanya jawab, sebagian besar peserta aktif memberikan pertanyaan kepada pemateri seputar masalah kepemudaan.

Sebelumnya, Ketua Komunitas Baca Bupolo (KBB), Akmal Soulisa dalam pembukaan seminar ini menyampaikan bahwa, peran Komunitas ini dalam rangka mempersiapkan pemuda ditahun 2045.

Akmal menjelaskan Indonesia Emas di Tahun 2045 adalah sebuah impian besar tentang Indonesia yang unggul, maju bersaing dengan bangsa-bangsa lain, dan telah cukup dewasa untuk mengatasi isu-isu persoalan klasik bangsa, seperti korupsi, isu disintegrasi, dan kemiskinan.

Ketua KBB ini merespon untuk mewujudkan impian tersebut, kunci utamanya bukan kekuatan ekonomi, politik, atau militer, melainkan manusianya.

“Pemimpin bangsa Indonesia tahun 2045 adalah mereka yang saat ini sedang duduk dibangku sekolah pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pemuda-pemudi yang termasuk kedalam penduduk berusia produktif, usia 15 tahun keatas.

Olehnya itu kata Akmal, Pemuda-pemudi Bursel hari ini merupakan penerus perjuangan generasi terdahulu dan menjadi harapan dalam setiap kemajuan di dalam suatu bangsa termasuk generasi untuk menghadapi Indonesia tahun 2045.

Saya berharap melalui seminar – seminar yang kami gelar, para generasi muda selalu aktif mengikuti sehingga bisa mengambil banyak pelajaran, banyak ilmu yang bisa di peroleh lewat materi yang disampaikan oleh Narasumber.

Saya yakin kedepan, kami anak muda dari Kabupaten Bursel mampu bersaing dikanca lokal, regional dan Nasional untuk menjadi pemimpin Masa depan di Tahun 2045.

Sebab jika hari ini kita membicarakan terkait SDM Pemuda Bursel yang sementara berada di luar daerah dan menjadi pimpinan sejumlah OKP/Ormas . berarti anak muda Bursel secara langsung mampu bersaing dengan pemuda di luar sana.

Kedepan selaku Ketua, saya berharap seluruh stekholder di daerah dapat membangun sinergitas dan kemitraan yang baik dengan komonitas Baca Bupolo dalam pengembangan organisasi ini. (LM-02)

BACA JUGA
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *