by

Tokoh Buton Ajak Masyarakat Waehotong Coblos Nomor 3 SMS-GES

Lensa Maluku,- Jelang pilkada serentak Kabupaten Buru Selatan (Bursel) yang akan berlangsung  9 Desember 2020, Ego suku dihembuskan.

Menepis hal dimakud Tokoh Pemuda Desa Waehotong yang juga berasal dari Buton La Nudin angkat bicara seraya menepis ego suku yang di hembuskan.

Kata dia, hubungan Kai Wait (hidup orang basudara) di Bursel harus dijaga sebagai senjata untuk menghadang ego kultur tersebut.

Bagi kami Calon Bupati dan Wakil Bupati yang layak untuk dicoblos adalah pasangan dengan nomor urut tiga dengan tagline SMS-GES karena didalamnya ada semua golongan. Insa allah Pasangan SMS-GES terpilih menjadi bupati.

“Saat ini Masyarakat di Desa Waehotong Lama, sudah bakumpul dan menyatakan sikap untuk memilih Paslon nomor urut 3 SMS-GES sebagai Bupati dan Wakil Bupati pada tanggal 9 Desember nanti,”tegasnya.

La Nudin menilai Calon Bupati Hadji Ali, menghilang selama 10 tahun pasca dirinya bersama anthon Lesnussa kalah Pilkada Bursel tahun 2010 silam.

“Dulu Pa Haji Ali pernah mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati berpasangan dengan Anthon Lesnussa namun kalah dari pasangan Tagop soulisa dan Buce Seleky pada Pilkada Bursel tahun 2010, “tuturnya.

Setelah kalah Haji Ali menghilang meninggalkan Bursel tidak ada kabar berita. Setelah ada momentum pilkada I tahun 2020 haji Ali kembali lagi mencalonkan diri sebagai calon Bupati dan mengaku anak kampong,”bebernya.

Begitu juga Elisa Lesnussa yang berpasangan dengan calon Bupati Abdurahman Soulisa (MANIS), yang adalah penduduk Jayapura dan menjadi ASN disana bahkan tidak pernah menginjakan kaki di Buru Selatan, pilkada baru muncul.

Diakuinya SMS sebagai isti Bupati Tagop Soulisa telah berjuang mengembalikan Desa Waehotong Lama masuk dalam wilayah Kabupaten Bursel.

“Dulu desa ini menjadi desa yang gelap dari segi transportasi darat, penerangan maupun dari segi nelayan, kini dengan program- program pak Tagop, katong sudah nikmati dan sudah meningkatkan perekonomian di desa kami,” ungkapnya.

Sementara itu Imam Mesjid Desa Waehotong Lama, Samiun Soamole mengungkapkan Setiap pilkada di Desa Waehotong pak Tagop selalu menang dan meraih suara terbanyak hingga mencapai 90 persen.

Dan kali ini giliran Istri pak Tagop mencalonkan diri sebagai Bupati dan Beta yakin Ibu Safitri akan merebut semua suara pemilih di desa ini.

Soamole optimis paslon SMS-GES akan keluar sebagai pemenang pada event pilkada kali ini. (LM-02)

BACA JUGA
loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *